BERITA SUMEDANG – Kabupaten Sumedang berhasil menempati urutan kedua di bawah Subang sebagai daerah tertinggi nilai investasi di kawasan Metropolitan Rebana, Jawa Barat tahun 2025
Capaian positif nilai investasi kota tahu itu, berdasarkan rilis resmi Kementerian Investasi/BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal)
Nilai investasi Kabupaten Sumedang mencapai Rp5,63 triliun dengan serapan tenaga kerja sebanyak 5.876 orang.
Nilai investasi itu, di bawah Kabupaten Subang yang mencapai Rp18,2 triliun.
Sementara di urutan ketiga dan keempat, masing-masing ditempati Kabupaten Cirebon senilai Rp4,01 triliun dan Majalengka Rp3,36 triliun. Sementara daerah terendah nilai investasinya, yakni Kuningan yang mencapai Rp253 miliar.
Ada pun total nilai investasi beberapa daerah di kawasan metropolitan Rebana itu mencapai sebesar Rp36,67 triliun.
“Alhamdulillah, ranking kedua yang diperoleh Sumedang ini, sebagai bentuk kepercayaan investor kepada pimpinan kita, pak bupati (Dony Ahmad Munir-red). Banyak investor yang berani menanamkan modalnya di Kabupaten Sumedang,” ujar Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Sumedang, Sajidin di kantornya, Kamis 22 Januari 2026.
Baca juga: Peluang Tenaga Kerja Sumedang di Kawasan Metropolitan Rebana, Jadi Pembahasan Serius
Ia mengatakan, nilai investasi Sumedang di kawasan Rebana di bawah Subang, karena Subang berhasil menyedot investasi industri mobil listrik BYD di kawasan industri Subang Smartpolitan serta pabrik manufaktur kendaraan listrik (EV) VinFast yang resmi beroperasi di Subang, sejak 15 Desember 2025. “Jadi, kita di bawah Subang, karena Subang punya investasi mobil listrik BYD dan VinFast,” tuturnya.
Meski demikian, kata Sajidin, ke depan Sumedang pun punya potensi investasi besar di kawasan industri terpadu di wilayah Kecamatan Ujungjaya. Terlebih lokasinya dekat dengan BIJB (Bandara Internasional Jawa Barat).
“Nah, kawasan industri ini menjadi pendukung pertumbuhan ekonomi baru di koridor kawasan Metropolitan Rebana,” ucapnya.
Baca juga: Ini Tujuh Kabupaten/Kota di Jabar yang Berangkat Haji dari BIJB Kertajati, Termasuk Sumedang
LP2B
Hanya saja, lanjut dia, tata ruang kawasan industri di Ujungjaya kini tengah direvisi sehubungan ada aturan baru yang mempengaruhi pada luasan kawasan industri di Ujungjaya.
Aturan baru itu, bahwa persentase LP2B (Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan) kini harus mencapai 87 persen dari luas lahan baku sawah di Sumedang seluas 25.500 hektare. Nilai LP2B 87 persen dari lahan baku 25.500 hektare, yakni sekitar 21.000 hektare.
“Nah di Sumedang, angka LP2B-nya saat ini baru sekira 15.000 hektare, sehingga ada kekurangan sekira 6.000 hektare. Untuk memenuhi kekurangan lahan seluas itu, sebagian akan menggunakan lahan industri di Ujungjaya.
Baca juga: Manfaat Konkret Jalan Tol Cisumdawu bagi Sumedang, setelah Diresmikan Presiden Jokowi
Kita akan berkoordinasi dengan Dinas PUPR untuk mengoreksi luasan lahan industri di Ujungjaya dengan adanya aturan baru LP2B 87 persen tersebut.
Kalau sudah terkoreksi, nantinya kita bisa memetakan pengembangan kawasan industri ke depan yang bisa mendukung kawasan Metropolitan Rebana. Kawasan Rebana, meliputi Cirebon, Patimban Subang dan Kertajati Majalengka dengan BIJB-nya,” kata Sajidin.
Kerja kolaboratif
Terkait hal itu, sebelumnya Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menjelaskan, capaian investasi tersebut merupakan buah kerja kolaboratif seluruh pemangku kepentingan serta komitmen pemerintah daerah dalam menciptakan iklim investasi yang ramah dan berkelanjutan.
Baca juga: Tekan Pengangguran dan Kemiskinan Ekstrem, Pemkab Sumedang Buka Kegiatan Padat Karya
“Alhamdulillah, capaian investasi ini tidak hanya berdampak pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja. Sebanyak 5.876 tenaga kerja terserap, ini menunjukkan investasi benar-benar dirasakan oleh warga Sumedang,” ujar Dony.
Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari pembangunan infrastruktur strategis, terutama kehadiran jalan tol Cisumdawu yang semakin membuka akses Sumedang ke pusat-pusat pertumbuhan ekonomi, termasuk Bandara Kertajati (BIJB)
“Kami terus berupaya memberikan kemudahan perizinan, kepastian regulasi, serta pelayanan yang cepat dan transparan kepada para investor.
Prinsipnya, investasi harus tumbuh, lapangan kerja bertambah dan kesejahteraan masyarakat meningkat,” ujarnya.
Baca juga: Presiden Jokowi: Jalan Tol Cisumdawu Tuntas, BIJB Kertajati Harus Beroperasi Penuh
Dony menambahkan, Pemerintah Kabupaten Sumedang akan terus mendorong investasi yang berkualitas, berorientasi pada keberlanjutan, ramah lingkungan, serta selaras dengan potensi dan kearifan lokal daerah.
Dengan tren investasi yang terus meningkat, Bupati Dony optimistis Sumedang mampu memperkuat posisinya sebagai salah satu motor penggerak ekonomi di Kawasan Rebana Metropolitan sekaligus mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkeadilan.***







