Warga Siap Mengungsi Jika Terjadi Hujan Besar yang Picu Longsor Susulan di Ciherang

Kondisi longsor tebing di Dusun Sukasari, Desa Ciherang, Kec. Sumedang Selatan, Sabtu 15 Januari 2022 sekira pukul 16.30. (Joe/BeritaSumedang.com)***

BERITA SUMEDANG – Warga Dusun Rancamaya  RT 03/RW 03, Desa Ciherang, Kec. Sumedang Selatan sebanyak 39 KK (kepala keluarga), siaga untuk mengungsi ke rumah keluarga dan kerabatnya, apabila terjadi hujan besar, pasca longsor Ciherang, Sabtu, 15 Januari 2022 sekira pukul 16.30.

Mereka siaga dan tetap waspada mengantisipasi kemungkinan terjadi longsor susulan dampak hujan besar, minimal dalam 3 hari ke depan.

“Dalam tiga hari ke depan, warga sudah sigap langsung mengungsi sementara ke rumah keluarga dan kerabat terdekatnya, ketika terjadi hujan besar, khawatir terjadi longsor susulan,” ujar Supervisor Pusdalops BPBD Kab. Sumedang Rully Surya Somantri ketika dihubungi di Sumedang, Minggu, 16 Januari 2022.

Menurut dia, melihat kondisi bekas longsoran di Ciherang, memang rawan terjadi longsor susulan jika terjadi hujan besar. Terlebih luasan longsornya, dinilai cukup besar. Longsornya dari tebing setinggi 50 meter, panjang 150 meter dengan kemiringan tebing sekitar 60 derajat. “Longsor Ciherang ini lebih luas ketimbang longsor di Cimanggung tahun lalu,” ujarnya.

Rully mengatakan, apabila terjadi longsor susulan, dikhawatirkan mengancam rumah warga sebanyak 23 rumah di Dusun Sukasari.
Meski longsoran masih terhalang Sungai Cipeles, tapi jika longsor susulannya lebih besar, bukan mustahil bisa menimbun aliran sungai hingga mencapai rumah warga.

“Oleh karena itu, warga harus sigap segera mengungsi ke rumah keluarga dan kerabatnya jika terjadi hujan besar, khawatir terjadi longsor susulan,” katanya.

Selain siaga mengungsi jika hujan besar, kata dia, warga 39 KK pun sudah diberi bantuan makan dalam 3 hari ke depan. Selain itu juga warga juga diberi bantuan sembako, seperti beras, mie instan, minyak goreng, gula pasir, terigu,dll.
“Seperti hari ini, warga sudah diberi makan 3 kali oleh Tagana Dinsos P3A. Besok juga akan diberi makan lagi. Bantuan logistik seperti sembako akan dikelola langsung oleh ibu-ibu di dusun tersebut. Bantuan dari Dinsos P3A, Tagana dan BPBD sudah di drop ke kantor desa,” katanya.

Lebih jauh Rully menjelaskan, disyukuri pada musibah longsor Ciherang kemarin, tidak ada korban jiwa dan luka-luka. Ada seorang warga yakni Tata yang nyaris tertimbun, tapi berhasil menyelamatkan diri. Hanya saja, tanaman padi yang siap panen seluas 2 hektar, tertimbun longsor hingga dipastikan gagal panen.

“Dalam kejadian longsor Ciherang kemarin, menimbulkan kerugian materi karena sawah 2 hektare milik warga yang siap panen, tertimbun longsor. Longsor Ciherang kemarin itu, kali kedua. Beberapa bulan lalu di tahun 2021, di lokasi itu sempat longsor tapi kecil,” ucapnya.

Longsor Cibugel

Disinggung perkembangan longsor tebing yang sempat memutus akses ruas jalan di daerah perbatasan Cibugel Sumedang-Limbangan Garut tepatnya di Desa Buana Mekar Kec. Cibugel, Jumat 14 Januari 2022 hingga kini ruas jalan sudah bisa dilalui sepeda motor. Termasuk, jembatan yang bagian bawahnya mengalami kerusakan, sudah bisa dilalui sepeda motor.

“Kondisi jembatan yang bagian bawahnya rusak, sudah ditinjau dan sedang diperbaiki oleh Dinas PUPR. Namun, untuk sementara jembatannya tidak bisa dilalui kendaraan roda empat. Jadi, jembatannya belum bisa dilalui kendaraan muatan berat, seperti mobil. Kalau sepeda motor, bisa,” tutur Rully. (Joe)***