Peresmian Rumah Aman Simpati Adhyaksa, Jangan Sebatas Selebrasi!

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) I Gusti Ayu Bintang Darmawati meresmikan 'Rumah Aman Simpati Adhyaksa' di Komplek UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Disnakertrans Kabupaten Sumedang, Rabu, 19 Januari 2022.

BERITA SUMEDANG – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) I Gusti Ayu Bintang Darmawati berharap peluncuran dan peresmian “Rumah Aman Simpati Adhyaksa” di Kab. Sumedang, tidak sebatas acara seremonial saja, melainkan tindak lanjutnya harus memberikan kepentingan yang terbaik bagi para korban perempuan dan anak.

“Mudah-mudahan, peluncuran Rumah Aman Simpati Adhyaksa ini tidak dipandang selebrasi semata, tapi follow up-nya harus betul-betul memberikan kepentingan yang terbaik bagi para korban,” ujar Ayu Bintang Darmawati disela peresmian “Rumah Aman Simpati Adhyaksa” di Komplek UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Disnakertrans Kabupaten Sumedang, Rabu, 19 November 2022.

Namun demikian, lanjutnya, peluncuran Rumah Aman Simpati Adhyaksa tersebut, dinilai inovasi brilian yang dilakukan oleh Kejati Jawa Barat, Kejari Sumedang dan Pemkab Sumedang.

“Saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas inovasi yang luar biasa dari jajaran Kejati, Kejari dan Pemkab Sumedang dalam mewujudkan Rumah Aman ini,” ucapnya.

Menurut Ayu Bintang Darmawati, peresmian Rumah Aman Simpati Adhyaksa dengan tema “Jatinangor”(Jangan Tinggalkan Nasib Anak dan Korban), merupakan ide luar biasa. Hal itu, wujud komitmen, sinergi dan kolaborasi yang dilakukan oleh aparat penegak hukum dan pemda dalam memberikan kepentingan yang terbaik kepada korban kekerasan, khususnya perempuan dan anak.

“Tentunya ini bisa menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk memetakan bangunan-bangunan yang peruntukannya prioritas atau emergensi,” ujar.

Lebih jauh ia menambahkan, konsep yang diusung di Rumah Aman dinilai konsep yang komprehensif. Artinya, tidak hanya mereka merasa aman di sini, tapi juga ada pendampingan.

“Pendampingan ini, dilakukan dengan memberikan berbagai pelatihan sesuai dengan bakat dan kepentingan para korban,” katanya.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat Asep Nana Mulyana mengatakan, spirit dan komitmen yang dibangun jajaran Kejati Jabar dan Kejari Sumedang, tidak hanya terbatas di ruang-ruang persidangan, melainkan juga memikirkan implementasi di lapangan.

“Termasuk memikirkan bagaimana anak-anak dan perempuan para korban, terjamin masa depan dan kehidupan selanjutnya,” ujarnya

Dikatakan, konsep Rumah Aman Simpati Adhyaksa menjadi kebutuhan dan tanggung jawab bersama dalam melindungi perempuan dan anak. “Kami ingin menunjukkan bahwa negara hadir dalam rangka menjamin seluruh aspek kehidupan berbangsa dan bernegara, termasuk kepada para korban perempuan dan anak,” ucapnya.

Menurut Asep, peresmian Rumah Aman Simpati Adhyaksa menjadi momentum untuk sosialisasi bagi daerah lain tentang  konsep sinergi dan kolaborasi lintas sektor.

“Tidak hanya pemerintah dan kementerian saja, kami juga mengajak BUMN dan BUMD untuk berpartisipasi dalam konteks ini sebagai tanggung jawab bersama,” tuturnya.

Menanggapi hal itu, Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir merasa bersyukur atas kolaborasi antara Pemkab Sumedang dengan Kejati Jawa Barat dan Kejari Sumedang, sehingga terwujud Rumah Aman Simpati Adhyaksa yang langsung diresmikan oleh Menteri P3A.

“Tentunya ini menjadi motivasi kami untuk terus memberikan pelayanan dengan sebaik-baiknya. Anak-anak adalah aset bangsa. Hak-haknya, wajib kita lindungi, yakni hak untuk hidup, berkembang dan memiliki masa depan,” ucapnya.

Ia menuturkan, pemerintah hadir bersama-sama dengan masyarakat dan komponen pentahelix lainnya, guna memberikan rasa aman dan nyaman serta bahagia pada anak. Salah satunya dengan didirikannya Rumah Aman. Simpati Adhyaksa.

Tidak hanya memberikan rasa aman, tempat itu juga akan menjadi pusat rehabilitasi, penampungan, perlindungan dan pemulihan psikologis anak dari trauma.

“Dengan tempat ini juga, bisa meningkatkan rasa percaya diri mereka sehingga bisa terus berinteraksi di tengah-tengah lingkungannya serta bisa tetap menggapai masa depannya,” ka Dony.

Ia menambahkan, keberadaan Rumah Aman Simpati Adhyaksa, akan menjadi bagian solusi untuk mengatasi persoalan bangsa. ” Kami akan terus berkomitmen untuk memuliakan anak dan perempuan,” katanya. (Joe)***