Tim SAR Gabungan, Temukan Jasad Korban Longsor Cimanggung

Basarnas dan tim SAR gabungan, temukan jasad korban yang tertimbun longsor di lokasi Longsor di Dusun Bojong Kondang, Ds. Cihanjuang, Kec. Cimanggung, Selasa (12/1/2021). (Hadadi/"BeritaSumedang.com")***

SUMEDANG – Jasad korban yang tertimbun  longsor di  Dusun Bojong Kondang, Ds. Cihanjuang, Kec. Cimanggung yang berhasil ditemukan Basarnas dan tim SAR gabungan dari TNI, Polri dan para relawan hingga  hari ke-4  Selasa (12/1/2021) sampai pukul 19.00, sebanyak 16  orang,  Sementara korban yang   hilang tertimbun longsor,  23 orang. Untuk luka berat 3 orang dan luka ringan 22 orang.

Jenazah korban yang berhasil ditemukan hari ini Selasa (12/1/2021) sekira pukul 9.55, berjenis kelamin laki-laki namun belum diketahui identasnya. Sedangkan tiga jenazah yang ditemukan Senin (11/1/2021), yakni Ny. Totoy Kusmiati (50) warga Dusun Cibitung RT 03/RW 03, Yaya (50) warga Dusun Cipareag RT 02/RW 08 dan Kusnandar (60) warga Dusun Bojong Kondang.

“Untuk pencarian hari ini mulai pukul 8.00, alhamdulillah membuahkan hasil. Tadi sekira pukul 9.55,  kami berhasil menemukan satu jasad korban laki-laki. Jasad sudah dibawa ke Puskesmas Sawahdadap untuk diidentifikasi.  Setelah itu, kami melanjutkan upaya pencarian dengan dua alat berat dan pencarian manual. Namun,  sampai pukul 14.00 ini,  kami belum menemukan lagi jasad korban lainnya.  Walaupun sekarang cuaca mendung,  mudah-mudahan bisa mendukung upaya pencarian para korban lainnya yang hilang tertimbun longsor,” ujar Kepala Basarnas  Kantor SAR Bandung Deden Ridwansyah ketika ditemui di Posko Darurat Longsor Cimanggung di SMAN Cimanggung, Selasa (12/1/2021).

Menurut dia, seandainya hari ini tidak hujan, Basarnas dan tim SAR  gabungan akan kembali melanjutkan upaya pencarian 1x 24 jam. Meski pencarian di malam  hari di luar SOP (Standar Operasional Prosedur) dan situasi dan kondisinya tidak memungkinkan, petugas akan berupaya semaksimal mungkin dan melakukan yang terbaik untuk mencari para korban yang hilang tertimbun longsor.

“Seperti kemarin malam, Senin (11/1/2021). Kami sudah melaksanakan pencarian korban 1 x24 jam. Alhamdulillah, kami berhasil menemukan 2 jenazah korban pukul 23.14. Hanya saja, karena lampu untuk penerangan alat berat mati akibat tertimba material longsoran, sehingga upaya pencarian kami hentikan pukul 23.30. Personel  Basarnas yang diturunkan 47 orang. Kalau ditambah dengan tim SAR gabungan dari TNI, Polri dan para relawan total 664 orang,” tutur Deden.

Dikatakan, hingga kini pergerakan tanah di lokasi longsor masih terjadi karena di atas tebing  terdapat sumber air. Tak pelak,  potensi terjadinya longsor susulan cukup tinggi.  Kondisi itu lah yang selalu diwaspadai tim SAR gabungan bahkan menjadi kendala dalam proses pencarian para korban.

“Kondisi itu juga yang membuat kami tidak terlalu leluasa dalam melakukan pencarian korban. Sebab, air terus-terusan mengalir di atas tebing. Memang kondisi longsoran di sini, masih sangat berbahaya,  Kami terus  berdoa supaya cuacanya cerah.  Sehingga, tanah di atas tebing bisa kering untuk pijakan tim SAR melakukan pencarian dengan aman,” ucapnya.

Guna memudahkan proses  pencarian para korban, kata Deden, salah satunya  dengan menyingkirkan material longsoran di tempat aman yang sudah disediakan pemda. Jika material longsor sudah berkurang, tim SAR gabungan bisa  menyisir ke bagian atas tebing. Apalagi di atas tebing, banyak reruntuhan bangunan yang tertimbun longsor. “Ini terus berproses,” ucapnya.

Lebih jauh Deden menjelaskan, untuk pemasangan Early Warning System (EWS/sistem peringatan dini), diakui sulit diterapkan. Pasalnya, pemasangan EWS di bagian atas tebing dengan cara dibor, getarannya dikhawatirkan bisa memicu longsoran.

 

“Apalagi EWS ini harus dipasang di sekitar patahan di dekat   rumah dan jalan. Kondisi ini membahayakan bahkan bisa memicu longsor susulan. Apalagi EWS-nya rakitan,” tuturnya. (Hadadi)***