BERITA SUMEDANG – Pegiat media sosial sekaligus dosen Universitas Indonesia (UI), Ade Armando, babak belur dianiaya sejumlah orang dalam aksi demonstrasi mahasiswa di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Senin, 11 April 2022 sekira pukul 15.30
Ade Armando dianiaya massa yang diduga bukan dari kelompok mahasiswa, saat mengikuti aksi demonstrasi di depan gedung DPR RI.
Aksi demonstrasi yang digelar Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) kumpulan dari beberapa universitas itu, menuntut penolakan penundaan Pemilu dan perpanjangan jabatan Presiden 3 periode.
Ade Armando dipukuli hingga babak belur sampai akhirnya tersungkur ke aspal. Bahkan celana panjang yang dikenakannya hilang. Disyukuri, Ade Armando berhasil dievakuasi aparat keamanan ke tempat yang lebih aman.
Mengutip dari akun Twitternya, seorang pengamat politik Denny Siregar mengatakan, kedatangan Ade Armando ke lokasi demo untuk menolak wacana penundaan Pemilu dan perpanjangan masa jabatan Presiden Joko Widodo (Jokowi) 3 periode. Justru, Ade Armando berakhir digebuki dan hampir ditelanjangi massa.
Pria 61 tahun ini, merupakan pegiat media sosial sekaligus dosen UI, berasal dari Padang, Sumatera Barat. Ade Armando, lulusan Florida State Univercity dan Universitas Indonesia, dengan sejumlah pengalamannya sebagai pakar komunikasi tanah air.
Dikutip BeritaSumedang.com dari Antaranews.com, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran mengatakan, kondisi Ade Armando memprihatinkan.
“Beliau terluka di bagian wajah dan kepala. Hingga kini, beliau dalam perawatan intensif di rumah sakit,” ujarnya dalam keterangan pers di gedung DPR RI, Senin 11 April 2022.
Terkait pelaku yang melakukan tindak kekerasan terhadap Ade Armando, Fadil memastikan akan menangkap mereka secepatnya.
Bahkan, kepolisian sudah mengantongi sejumlah penyusup yang melakukan kericuhan dan kekerasan dalam demonstrasi mahasiswa di depan gedung DPR RI. (Ukie)***
Sumber : Antaranews.com dan dari berbagai sumber.







