Lereng Bukit Tidak Layak Dibangun Perumahan

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendi (kedua kiri) didampingi Wabup Sumedang Erwan Setiawan dan Sekda Kab. Sumedang Herman Suryatman (kemeja batik kuning), sedang meninjau lokasi longsor di Dusun Bojong Kondang, Ds. Cihanjuang, Kec. Cimanggung, Kamis (14/1/2021). (Hadadi/"BeritaSumedang.com")***

SUMEDANG – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendi meminta penanganan bencana longsor di Dusun Bojong Kondang, Ds. Cihanjuang, Kec. Cimanggung, bisa dilakukan secara cepat dan tuntas. Selain itu juga, ada kebijakan strategis yang menjadi solusi dari persoalan yang terjadi.

“Tidak hanya kejadian yang ada di sini (Kec. Cimanggung) saja, tapi kita akan melihat secara menyeluruh, terutama di Kab. Sumedang. Sehingga, tidak ada lagi kejadian seperti ini,” tutur Muhadjir saat mengecek lokasi bencana longsor di Dusun Bojong Kondang, Desa Cihanjuang Kec. Cimanggung, Kamis (14/1/2021).

Ia mengatakan, kejadian bencana alam longsor, memang di luar jangkauan dan prediksi manusia. Akan tetapi, manusia dituntut berusaha keras untuk melakukan pencegahan. “Jika kita berusaha keras, pasti bisa mengatasinya. Paling tidak, kita bisa meminimalisasikan,” ucapnya.

Menurut Muhadjir, dari informasi yang didapat di lapangan, proses penanganan longsor semuanya sudah berjalan dengan baik. Setelah masa tanggap darurat selesai, selanjutnya akan masuk ke tahap rehabilitasi dan rekonstruksi.
“Yang menjadi fokus perhatian kami, yakni memulihkan kembali lahan yang rusak akibat longsor dengan penghijauan. Setelah itu, dilakukan relokasi penduduk,” ujarnya.

Sesuai laporan Pemkab Sumedang, kata dia, lahan untuk relokasi sudah disiapkan. Untuk pembangunanya, menjadi tanggung jawab Kementerian PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat).

“Mudah-mudahan dalam waktu yang tidak lama, rehab dan rekon akan berjalan dengan baik,” ujarnya.

Ia meminta Pemkab Sumedang segera membentuk tim guna melakukan evaluasi menyeluruh kondisi yang ada di Kab. Sumedang. Hal itu, terutama yang berkaitan dengan geospasial (ruang kebumian). “Saya kira harus segera dilihat peta geospasialnya. Daerah mana saja yang kira-kira berpotensi longsor, seperti sekarang ini,” ujarnya.

Muhadjir menambahkan, tugasnya sebagai Menko PMK harus melakukan koordinasi, sinkronisasi dan pengendalian. Dari mulai perencanaan di meja sampai dengan di lapangan. “Hari ini saya mengecek lokasi bencana untuk memastikan, Pemkab Sumedang dengan kementerian serta lembaga terutama di bawah Kemenko PMK sudah menangani masalah di sini dengan baik,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, diserahkan bantuan dari Kemenko PMK, Kementerian Sosial, Kemendikbud, Kemenkes/Dinkes Provinsi, YPM PLN. Diberikan pula bantuan secara simbolis bagi 3 orang ahli waris masing-masing senilai Rp 15 juta.

Sebelumnya pada hari yang sama, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono pun meninjau langsung lokasi longsor di Desa Cihanjuang Kec. Cimanggung. Peninjauannya untuk memastikan relokasi warga di sekitar lokasi longsor.

Basuki mengatakan, pemerintah pusat melalui PUPR akan membantu Pemkab Sumedang dalam merelokasi warga di sekitar lokasi longsor. “Kami akan membantu membangun rumah permanen dan sarana lainnya. Lahannya akan disiapkan pemerintah,” ujarnya.

Menurut dia, lokasi longsor di Kec. Cimanggung dan wilayah lainnya yang berada di atas bukit dan kaki bukit, tidak layak dijadikan pemukiman. “Pemkab Sumedang harus segera mengevaluasi izin perumahan di wilayah perbukitan yang rawan longsor,” ujarnya

Menanggapi hal itu, Wakil Bupati Sumedang Erwan Setiawan menuturkan, kunjungan Kemenko PMK dan Kementerian PUPR beserta jajaran, bisa menjadi motivasi untuk semua tim penanganan bencana agar lebih bersemangat.

“Semoga ini menjadi motivasi untuk kami warga Sumedang, untuk sesegera mungkin mengubah pola yang tadinya melanggar zona hijau. Mudah- mudahan ke depan bisa kita tertibkan,” ujarnya.

Ia berharap dalam waktu dekat, tim penanganan bencana dapat menyelesaikan tugasnya dengan baik, didukung kondisi cuaca yang cerah.

Jasad Korban Kembali Ditemukan

Sementara itu, Komandan Posko Penanganan Darurat Bencana Banjir dan Longsor Kec. Cimanggung dan Jatinangor Herman Suryatman menyebutkan, hingga Kamis (14/1/2021) sampai pukul 18.20, jumlah korban meninggal dunia yang berhasil ditemukan akibat tertimbun longsor, sebanyak 24 orang. Sementara jumlah korban hilang yang masih dalam pencarian tim SAR gabungan, 16 orang.

Adapun pada pencarian korban hari ke-6, Kamis (14/1/2021) hingga pukul 13.00, Basarnas dan tim SAR gabungan TNI Polri dan relawan, kembali menemukan 3 jasad korban yang tertimbun longsor. Ketiga korban tersebut, antara lain Yayat (42), M Yusuf (13) dan Arif (22). Jasad korban selanjutnya dibawa ke Puskesmas Sawah Dadap.

Ia mengatakan, untuk penanganan tanggap darurat telah didirikan posko tanggap darurat untuk mengevakuasi dan menampung pengungsi. Jumlah warga yang menempati posko pengungsian di Lapang Burung milik perumahan SBG sebanyak 92 orang, SD Fatimah Az-Zahra 32 orang (akan di alihkan ke SD Cipareuag), SD Cipareuag 143 orang. “Jadi totalnya 267 orang,” kata Herman yang juga Sekda Kab. Sumedang. (Hadadi)***