Sosial  

Bantuan Mengalir Untuk Korban Longsor Cimanggung

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir (kedua kanan) sedang menerima bantuan dari keluarga besar Disdik Kab. Sumedang yang diserahkan secara simbolis oleh Kadisdik Kab. Sumedang Agus Wahidin (kiri) di Posko Bantuan Longsor Cimanggung di Kantor Kec. Cimanggung, Sabtu (16/1/2021) lalu. Bantuan itu untuk korban longsor di Dusun Bojong Kondang Ds. Cihanjuang Kec. Cimanggung, (Hadadi/"BeritaSumedang.com")***

SUMEDANG – Bantuan untuk korban longsor di Dusun Bojong Kondang Ds. Cihanjuang Kec. Cimanggung, hingga kini terus mengalir ke posko pengungsian.

Bantuan tersebut, seperti halnya dari keluarga besar Dinas Pendidikan Kab. Sumedang. Bantuan, berupa uang Rp 188,75 juta berikut pakaian layak pakai. Bantuan tersebut hasil penggalangan dari karyawan Disdik, anggota PGRI, MKKS, K3S, IGTK, Himpaudi, SKB, pengawas dan penilik.

Bantuan secara simbolis diserahkan, Kepala Disdik Kab. Sumedang Agus Wahidin kepada Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir di Posko Bantuan Kantor Kec. Cimanggung, Sabtu (16/1/2021). Bantuan akan disalurkan kepada masyarakat terdampak banjir dan longsor.

Bantuan juga datang dari Yayasan Yukata Peduli Bangsa PT. Inoac Polytechno Indonesia, berupa 100 kasur tidur. Bantuan diterima Sekda Kab. Sumedang Herman Suryatman beserta unsur Forkopimda di Posko Bencana Longsor Cimanggung di SMAN Cimanggung, Jumat (15/1/2021) sore lalu.

Hari yang sama, Wabup Sumedang Erwan Setiawan didampingi unsur Forkopimda menerima Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VIII DPR ke Kab. Sumedang yang diterima di Posko Bencana Longsor Cimanggung.

Pada kesempatan tersebut, diserahkan bantuan untuk korban bencana senilai Rp 196,08 juta. Bantuan senilai itu, antaranya berupa 1.000 paket sembako, 1 unit mesin PCR, 1 unit mesin RNA, PCR 5000 test, RNA 5008 Test, VTM 5000 Test, Swab Antigen 5000 Test, mie instan 100 karton dan 1.600 masker kain.

Selain itu, bantuan Dana Siap Pakai untuk Dana Tunggu Hunian sebesar Rp. 99 juta untuk 26 rumah rusak berat dan 7 rumah terancam selama enam bulan.

Usai menerima bantuan dari Keluarga Besar Disdik Kab. Sumedang, Sabtu (16/1/2021), Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir memberikan apresiasi atas respons cepat yang diberikan berbagai elemen masyarakat, termasuk jajaran Disdik Kab.Sumedang. “Banjir dan longsor merupakan bencana bersama sehingga semua harus berempati,” ujarnya.

Ia pun mengajak seluruh masyarakat dan institusi untuk bersama-sama ikut membantu korban bencana alam, longsor dan banjir. “Alhamdulillah, apa yang saya sampaikan kepada seluruh jajaran direspon dengan cepat. Salah satunya, oleh Disdik yang berempati. Kita harus ikut merasakan terhadap saudara kita, dengan cara mendoakan dan memberikan perhatian untuk pemenuhan kebutuhan dasarnya,” ucap Bupati Dony.

Dengan adanya perhatian dan bantuan dari semua pihak, kata dia, diharapkan bencana banjir dan longsor di Cimanggung bisa secepatnya ditangani. Ke depan, musibah tersebut dapat diantisipasi dengan kebijakan pemda.

Ia sekaligus berpesan kepada seluruh jajaran Disdik Kab. Sumedang untuk memberikan informasi kepada seluruh peserta didik agar mendoakan para korban bencana.

“Sampaikan kepada seluruh siswa-siswi di Sumedang, tambahkan doanya untuk para korban. Mudah-mudahan dengan kekuatan doa, Sumedang diberikan keselamatan dari musibah dan bencana,” tuturnya.

Jasad Korban Longsor Kembali Ditemukan 

Sementara itu, Basarnas dan tim SAR gabungan terus berupaya melakukan pencarian dan evakuasi para korban longsor di Dusun Bojong Kondang Desa Cihanjuang, Kec. Cimanggung.  Hasilnya, hingga Minggu (17/1/2021) siang, korban meninggal dunia yang berhasil ditemukan sebanyak 32 orang.

Pada pencarian hari ke-8 Sabtu (16/1/2021) dan hari ke-9 Minggu (17/1/2021), tim SAR gabungan hingga siang ini sudah menemukan 6 jasad korban di sektor hajatan.

“Selanjutnya semua korban dibawa ke Puskesmas Sawah Dadap untuk diidentifikasi oleh tim DVI Polda Jabar,” ujar Kepala Basarnas Kantor SAR Bandung Deden Ridwansyah kepada wartawan, Minggu (17/1/2021).

Menurut dia, hingga pukul 12.01, jumlah jasad korban yang ditemukan 32 orang. Sedangkan jumlah korban yang masih dalam pencarian tinggal 8 orang.

“Operasi SAR hari ke- 9 difokuskan pada 2 sektor, yakni sektor 1 di rumah hajatan dan lapang voli. Selain itu, sektor 2 di rumah terdampak pada longsoran pertama,” katanya.

Sementara itu, Kabag Humas dan Protokol Setda Kab. Sumedang Asep Taufiq menyebutkan, dari informasi yang didapat, identitas korban meninggal yg ditemukan Sabtu (16/1/2021) dan Minggu (17/1/2021), antara lain Ajat Sudrajat (50) warga Babakan Limus RT 003/RW 011 Ds Cihanjuang.
Selain itu, Abas Rohendi ( 27) warga Dusun Bojong Kondang RT 002/ RW 010 Ds. Cihanjuang, Dadah Suhendar (65) warga Dusun Cipareuag RT 002/ RW 005 Ds. Sukadana dan Endang Lukman (51) Dusun Cipareuag RT 002/ RW 006 Ds. Sukadana.

Untuk jasad korban yg ditemukan Minggu (17/1/2021) pukul 10.34, yakni Neng Ida (45). Beberapa menit kemudian tepatnya pukul 10.47 ditemukan jasad Dea Ayuni (23) warga Dusun Cibitung. Setelah itu, pukul 12.10 ditemukan jasad korban Neni (50) warga Dusun Bojong Kondang.

Ia menambahkan, dalam pencarian korban, alat berat yang digunakan yakni 3 unit ekscavator, peralatan ekstrikasi dan komunikasi, peralatan medis dan APD (alat pelindung diri) personal.
Adapun unsur SAR yang terlibat antara lain Basarnas Bandung, Dinas PUPR, BPBD Jabar dan Sumedang, TNI, Polri, Tim DVI Polda Jabar, PMI Jabar, Dinkes Sumedang dan SAR Jawa Barat dengan total 273 personel. (Hadadi)***