
BERITA SUMEDANG – Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-37 Tingkat Provinsi Jawa Barat pada 18 sampai 25 Juni 2022 nanti, akan dilaksanakan di tempat kelahiran Hj Rifdah Farnidah, M.Ag, (26), juara dunia ajang “Musabaqah Hifdzul Qur’an 30 Juz, “107’S Family Quranic Competition 2022” di Nigeria, April 2022 lalu,
Rifdah Farnidah lahir di Dusun/Desa Sukamantri, Kec. Tanjungkerta, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.
Rifdah Farnidah, anak pertama dari tiga bersaudara pasangan Kadris (49) dan Ny. Ai Faridah itu, tahun 2018 juga menjadi juara kedua Musabaqah Hifzhil Quran (MHQ) tingkat internasional yang dilaksanakan di Amman, Yordania, selama 6 hari, 19-24 Maret 2018 lalu yang diikuti 30 negara.
Rifdah Farnidah pun, sudah tiga kali menjadi juara 1 di MHQ tingkat nasional.
Bahkan tiga kali juara MTQ tingkat nasional, antara lain juara 1 MTQ tingkat nasional golongan 30 juz di Kalimantan Barat tahun 2017.
Selain itu, juara 1 MTQ tingkat nasional golongan 10 juz di Nusa Tenggara Barat tahun 2016.
Ditambah lagi, juara 1 MTQ tingkat nasional JQHNU golongan 5 juz di Kalimantan Barat tahun 2012 lalu.

“Kita tentunya bersyukur menjadi tuan rumah MTQ ke-37 tingkat Provinsi Jawa Barat,” tutur Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir
Ia katakan itu, saat mengukuhkan 52 orang anggota Kafilah MTQ Kabupaten Sumedang Tingkat Provinsi di Gedung Negara, Senin, 23 Mei 2022.
Menurut Dony, kesempatan untuk menjadi tuan rumah telah melalui proses penantian yang cukup panjang.
“Mungkin sejak pertama kali jadi tuan pada tahun 1979. Jadi, tahun ini atau selama 43 tahun penantian, kita menjadi tuan rumah MTQ lagi,” ujarnya.
Momentum tersebut, kata Bupati Dony, harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya dengan cara memaksimalkan seluruh ikhtiar dan segenap kemampuan.
“Sayang jika kita tidak manfaatkan dengan sebaik-baiknya. Sayang, tidak kita maksimalkan dengan seluruh khtiar dan segenap kemampuan, untuk mengaktualisasikan potensi kreatif yang dimiliki,” ujarnya.
Dony mengingatkan, seluruh kafilah yang menjadi peserta dan terpilih mewakili Kabupaten Sumedang bahwa momentum MTQ tingkat provinsi tersebut dicatat sebagai sejarah.
“Adik-adik harus bersyukur menjadi wakil dari Kabupaten Sumedang, membuat sejarah dan tentunya sejarah ini akan terus di kenang. Apalagi ketika adik-adik mendapatkan prestasi. Jadi mari kita membuat sejarah di MTQ ke- 37 bahwa kita bisa menjadi juara,” ucapnya.
Ia menjelaskan, ada empat sukses yang harus menjadi target dalam pelaksanaan MTQ ke 37 tersebut. Sukses penyelenggraan, sukses prestasi, sukses ekonomi dan sukses administrasi.
“Saya juga meminta Sunedang harus mempunyai pembeda dari pelaksanaan MTQ sebelumnya,” kata Dony.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Herman Suryatman yang juga Ketua LPTQ Kabupaten Sumedang mengatakan, dengan dikukuhkannya Kafilah Kabupaten Sumedang oleh bupati, akan menjadi motivasi untuk berprestasi pada MTQ Jabar nanti.
“Ini merupakan suatu kehormatan bagi para peserta. Semoga ini menjadi motivasi dan inspirasi,” ucapnya.
Ia menuturkan, salah satu indikator keberhasilan MTQ ke- 37 yakni sukses prestasi. MTQ esensinya adalah Syiar Islam artinya bagaimana membangun generasi Qur’ani.
“Namun, tidak ada salahnya ketika kita juga bisa sukses dari segi prestasi karena prestasi bukan hanya sebatas mendapat piala. Namun, dengan prestasi kita mempunyai kehormatan,” ujar Herman.
Menurut dia, jika generasi penerus dibekali dengan kehormatan, maka akan menjadi bekal utama mereka untuk berpartisipasi dalam pembangunan.
“Kalau kita membekali generasi penerus dengan satu kehormatan, itu menjadi bekal utama untuk membangun,” kata Herman.. (Hadadi)***







