SUMEDANG – Pemkab Sumedang menjamin keamanan bantuan logistik dari para donatur untuk para pengungsi korban longsor di Dusun Bojong Kondang, Desa Cihanjuang, Kec. Cimanggung.
Pemda pun memastikan, semua bantuan tersalurkan kepada para pengungsi.
“Kami pastikan semua donasi aman dan tersalurkan kepada para pengungsi. Tidak ada kepentingan lain, kecuali logistik harus tersampaikan kepada masyarakat yang membutuhkan,” kata Sekretaris Daerah Kab. Sumedang Herman Suryatman di kantor IPP (Induk Pusat Pemerintahan) Pemkab Sumedang, Senin (1/2/2021).
Menurut dia, jumlah bantuan dari berbagai donatur, hingga kini dinilai relatif banyak. Bahkan kebutuhan logistik untuk para pengungsi selama dua bulan ke depan, bisa tercukupi.
Dikatakan, semua donasi berupa uang maupun barang yang keluar masuk, sudah dikelola dan teradministrasikan dengan baik melalui aplikasi “SITABAH” (Sistem Informasi Tanggap Bencana dan Musibah).
“Jadi, semua bantuan untuk para pengungsi korban longsor sudah teradministrasikan dan diinput dalam aplikasi tersebut. Tidak usah khawatir, kami jamin tidak ada penyimpangan bantuan. Semua sumbangan atau donasi, kita pastikan aman,” ujar Herman.

Lebih jauh ia menjelaskan, sehubungan masa tanggap darurat berakhir, tenda logistik di Perumahan SBG di Desa Cihanjuang sudah dibongkar. Sementara logistiknya dipindahkan ke gudang. Pemda akan melakukan konsolidasi dengan TNI dan Polri untuk memastikan kapasitas gudang, termasuk keamanannya.
“Yang akan mengkoordinasikan pelaksanaan pascatanggap darurat sekarang ini, yakni BPBD dibantu lintas SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah), termasuk TNI dan Polri,” tuturnya.

Herman menambahkan, penyimpanan logistik semula difokuskan di tiga tempat. Kini akan lebih difokuskan di dua tempat, yakni di kantor Kecamatan Cimanggung dan SMAN Cimanggung.
“Jika di SMAN Cimanggung aman, semua logistik akan dikonsentrasikan di sekolah itu. Sebaliknya, apabila kurang aman ada kemungkinan sebagian kita alihkan ke gudang BPBD,” ucap Herman. (Hadadi)***







