Perjalanan Karir Semasa hidup Sang Legenda Bob Tutupoly, ini Kisahnya

Sang legenda pelantun lagu Widuri, Bob Tutupoly tutup usia di RS. Mayapada, Jakarta, 5 Juli 2022. (Tangkapan layar Instagram)
Sang legenda pelantun lagu Widuri, Bob Tutupoly tutup usia di RS. Mayapada, Jakarta, 5 Juli 2022. (Tangkapan layar Instagram)

BERITA SUMEDANG – Penyanyi legendaris tanah air, Bob Tutupoly tutup usia Selasa dini hari di Rumah Sakit Mayapada, Jakarta, 5 Juli 2022.

Berpulangnya pelantun lagu “Widuri” ini tersiar melalui media sosial. Seperti dilansir BeritaSumedang.Com dari Antaranews, sejumlah musisi menyampaikan ucapan belasungkawa atas berpulangnya sang legendaris.

“Selamat jalan, Om Bob Tutupoly,”tulis Addie MS, salah satu musisi dalam akun Instagramnya.

Pria yang bernama asli Bobby Willem Tutupoly, ini lahir di Surabaya, 13 November 1939. Karir tarik suaranya telah ditunjukkan sejak kecil.

Perjalanan karirnya, Bob Tutupoly semasa SMA pernah bergabung dengan kwartet Jazz di RRI Surabaya. Kemudian berganti dengan beberapa grup band lainnya.

Bob mulai mendapatkan kesempatan merambah di pertunjukan hingga televisi, bermula saat bergabung dalam grup The Riders pada tahun 1963 untuk menggantikan posisi vokalis yang ditinggal Bill Saragih.

Berbagai lagu direkam saat karirnya berkembang, seperti lagu ‘Gunung Seribu Janji”, “Tak Mungkin Kulupa”, “Tiada Maaf Bagimu”, dan “Batu Nisan” . Ia bawakan lagu-lagu tersebut hingga ke mancanegara. Sehingga pada tahun 1969 membuat Bob Tutupoly hijrah ke Amerika, bernyanyi bersama grup The Midnighters di San Fransisco dan Los Angeles.

Lagu “Widuri” menjadi lagu fenomenal pada tahun 1977 hingga terjual sebanyak 650.000 copy, setelah Bob Tutupoly kembali dari Amerika.

Sederet penghargaan yang diraih almarhum , salah satunya Legend Award dari ajang Anugerah Musik Indonesia tahun (AMI) tahun 2015.

Selain bernyanyi, pria berdarah Ambon ini dikenal sebagai pembawa acara di televisi swasta. Selain itu, suami dari Rosmayasuti Nasution juga ayah dari pembawa acara dan aktris, Sasha Karina Tutupoly, ini pernah membintangi sejumlah film diantaranya “Gli Innamorati Della Becak” (Kisah Cinta si Tukang Becak) (1958), “Penasaran” (1977), dan “Sebelah Mata” (2008).

Dalam sepanjang karirnya, sang legendaris serba bisa ini telah melahirkan banyak album yang menjadi hits. Lagu-lagunya masih banyak didengar dan dikenal hingga saat ini.

Namun, Bob Tutupoly akhirnya menyerah dalam menghadapi penyakitnya hingga menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Mayapada. Selamat jalan, RIP Bob Tutupoly Karya mu akan selalu dikenang sepanjang masa. (Uki)***