
BERITA SUMEDANG – Jumlah penderita diabetes di Indonesia, setiap tahunnya cenderung meningkat.
Penyakit tersebut paling banyak diderita oleh perempuan.
Penyakit diabetes, lebih disebabkan pola hidup dan pola makan yang kurang sehat dan tidak teratur.
“Di sekeliling kita, ada 10 orang. Tiga orang di antaranya, menderita diabet. Jika kita periksa yang 7 orang, pasti sudah ada gejala karena masanya bisa 10 tahun,” ujar Pengurus Pusat/Pengurus Besar Persadia (Persatuan Diabetes Indonesia) dr. Sony Wibisono M.
Ia katakan itu, disela “Gebyar Peringatan Hari Diabetes Nasional Tingkat Provinsi Jawa Barat” di Villa Gajah Depa, Desa Serang, Kecamatan Cimalaka, Sabtu, 23 Juli 2022.
Hadir, di antaranya Wakil Ketua I dan II Persadia Wilayah Provinsi Jawa Barat dr. Nieke Dewi Riani, Sp.PD., dan dr. Darmiana, MM. serta Ketua Persadia Kab. Sumedang terpilih yang akan dilantik besok, yakni dr. Yosef Sholeh Komarulloh beserta jajaran.
Menurut Sony, penyakit diabetes umumnya disebabkan pola hidup atau pola makan yang kurang teratur. “Salah seorang pasien saya ada yang berumur 12 tahun,” tuturnya.
Menanggapi hal itu, Wakil Ketua I Persadia Wilayah Provinsi Jawa Barat, dr. Nieke Dewi Riani, Sp.PD menuturkan, penyakit diabetes harus dikendalikan oleh diri sendiri yang didukung keluarga serta lingkungan yang peduli.
“Nah, Persadia merupakan organisasi yang memberikan edukasi, pengobatan sekaligus pencegahan bagi para penderita. Upaya itu, agar tidak terjadi komplikasi, termasuk memberikan pendidikan kepada keluarga dan yang lainnya,” katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua II Persadia Wilayah Provinsi Jawa Barat dr. Darmiana MM., mengatakan, guna meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan agar terhindar dari penyakit diabetes, Persadia Wilayah Provinsi Jawa Barat menggelar kegiatan tersebut.
“Kegiatan ini diikuti sekitar 751 peserta. Jumlah peserta sebanyak itu, utusan 9 dari 24 unit Persadia yang sudah terbentuk di kabupaten/kota di Jawa Barat,” tuturnya.
Lebih jauh ia menjelaskan, kegiatan tersebut, diisi lomba menu diabetes yang diikuti para peserta penderita. Lomba itu, bertujuan supaya mereka tahu porsi makan yang benar.
Lomba kreasi menu tersebut, berbahan dasar makanan khas Sumedang, yakni tahu dan ubi cilembu.
“Lomba ini sebagai wujud pilar perencanaan makan. Ada pula senam kreasi dan educative fun walk, sebagai wujud dari pilar olah raga,” kata Darmiana.
Panitia juga, lanjut dia, memberikan layanan pemeriksaan gula darah gratis sebagai wujud pilar pengukuran kadar gula darah. Ditambah lagi, pemberian vaksin booster bagi para penderita diabet.
“Dengan kebersamaan, saya ingin membahagiakan mereka dengan kegiatan Senam Kreasi, Edukasi Walking, Kreasi Menu dan Nutri Diabet. Lomba ini memperebutkan piala bergilir Jawa Barat dengan uang pembinaan bagi juara umum,” ujar Darmiana.
Ketua Panitia, dr. Yosef menambahkan, tujuan kegiatan itu guna meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya hidup sehat. Selain itu, mengenal tentang diabetes sekaligus tahu cara pencegahan termasuk mengakses fasilitas pelayanan kesehatan.
“Jika ada yang terkena, minimal tahu bagaimana supaya tidak komplikasi. Begitu pula mengetahui bagaimana mengedukasi keluarga,” ucapnya.(Aje)***







