BBM Naik! Pemerintah Siap Salurkan BLT BBM Dan Masyarakat Boleh Ajukan Diri Jadi KPM

Pemerintah siap menyalurkan Bantuan Langsung Tunai pengalihan subsidi BBM. (Tangkapan layar Twitter @BPMIsetpres)

BERITA SUMEDANG – Pemerintah tengah menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) pengalihan subsidi BBM.

Kepada 20,65 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) atau masyarakat miskin.

Masing-masing KPM akan mendapatkan BLT BBM senilai Rp 600.000.

Pembayaran bantuan tersebut, sebanyak dua kali atau masing-masing Rp 300.000 per term.

Baca jugaResmi BBM Bersubsidi Naik, Pemerintah Tetapkan Harga Baru

Melansir dari Antaranews.com, Menteri Sosial Tri Rismaharini mengatakan pemerintah sudah siap menyalurkan bantuan langsung tunai (BLT) pengalihan subsidi BBM kepada 18,4 juta keluarga penerima manfaat (KPM) dari total 20,6 juta KPM.

“Dari rencana 20,6 juta KPM itu, sudah siap salur di PT Pos Indonesia 18.486.756 KPM. Sisanya sedang proses cleansing (koreksi data) karena seperti kita ketahui, misalnya kita mengumumkan hari ini, jam ini, 1 jam atau beberapa menit kemudian ada (potensi penerima) yang meninggal. Jadi, kami perlu mendata lagi, masih ada 313.244 KPM,” kata Risma di Istana Merdeka, Jakarta, Sabtu, 3 September 2022.

Tahapan Penyaluran BLT BBM

Menurut Risma, pemberian BLT BBM sebanyak empat kali dengan masing-masing pemberian sebesar Rp150 ribu.

Baca jugaSambut Kedatangan Menteri Luhut Panjaitan, Kabupaten Sumedang Siapkan Happy Digital Region

Pemberiannya, dalam dua tahap dari empat kali penyaluran sehingga KPM akan menerima Rp300 ribu setiap tahapnya.

“Kami berikan per September ini (tahap pertama) dan di awal Desember kami berikan yang kedua,” katanya.

Selain itu, ia akan memberikan kesempatan kepada masyarakat yang ingin mengusulkan diri untuk masuk sebagai KPM.

Kementerian Sosial (Kemensos) akan bekerja sama dengan pemerintah daerah dan tenaga pendamping untuk memverifikasi usulan sebagai KPM tersebut.

“Jadi, warga bisa mengusulkan dirinya sendiri ke dalam program itu dan kami akan cek di lapangan antara daerah dengan pendamping kami. Kami punya pendamping 70.000 di seluruh Indonesia,” tambahnya.

Baca jugaLuhut Binsar Pandjaitan: Penanganan Stunting dan Kemiskinan di Sumedang, Seperti Dilakukan Pemerintah Lokal Cina

Selain BLT,  pemerintah juga akan menyalurkan dua bentuk bansos lainnya dari pengalihan subsidi BBM.

Antara lain bantuan subsidi upah sebesar Rp600 ribu kepada 16 juta pekerja dengan gaji maksimum Rp3,5 juta per bulan.

Sementara itu, Kemensos juga memiliki pusat kontak (command center) di nomor telepon 021-171 yang beroperasi selama 24 jam penuh untuk menerima keluhan mengenai bantuan sosial. (Uki)***