SUMEDANG – Jumlah korban tewas akibat kecelakaan maut bus masuk jurang di tanjakan Cae, Kampung Kawungluwuk RT 01/RW 6, Dusun Cilangkap, Desa Sukajadi, Kec. Wado, Rabu (10/3/2021) sekira pukul 18.20, hingga Kamis (11/3/2021) pukul 20.00, mencapai 29 orang.
Dari 29 korban tewas, 28 orang warga Desa Pakuhaji dan Desa Cisalak, Kec. Cisalak serta Desa Kawungluwuk, Kec. Tanjungsiang, Kab. Subang.
Sementara satu korban lagi yang dievakuasi terakhir oleh tim SAR gabungan pukul 7.40 akibat tubuhnya terjepit bangkai bus, yakni Ustad Aan Anwar Sadad (38) warga Perumahan Mekarsari Regensi II , Jalan Kenari No. 6, RT 5/RW 8, Desa Mekarjaya, Kec. Sumedang Utara.
“Jadi, korban meninggal dunia yang terakhir dievakuasi tim SAR karena terjepit bangkai bus, satu-satunya warga Sumedang yakni pak ustad Aan. Jenazahnya sudah dibawa pihak keluarga,” ujar Humas RSUD Sumedang Dahlan Indrayana ketika dihubungi di RSUD Sumedang, Kamis (11/3/2021).
Ia menyebutkan, jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan tunggal bus di tanjakan Cae, Wado yang sempat masuk kamar jenazah RSUD Sumedang, 27 orang. Ditambah 2 korban yang meninggal dunia dalam perawatan di rumah sakit Kamis sore. Kedua korban, yakni Mamah (55), warga Pasirlaja, Ds Pakuhaji Kec. Cisalak dan Euis (48) warga Sindanheula Kec. Tanjungsiang, Kab. Subang. Keduanya sempat dirawat karena mengalami luka berat.
“Alhamdulillah, sekarang kamar jenazah sudah clear (kosong). Semua jenazah korban meninggal dunia sudah dibawa pulang pihak keluarganya. Untuk jenazah korban warga Subang, dibawa menggunakan mobil ambulan Dinkes Kab. Subang,” kata Dahlan.
Menurut dia, dari korban tewas sebanyak itu, dua diantaranya sopir bus yakni Yudi Awan (42) warga Jalan Cikutra, Kec. Cibeunying Kaler, Bandung dan kernetnya Dede Lili.(47) warga Kec. Cipatat, Kab. Bandung Barat. “Termasuk ketua rombonganmya pun, meninggal dunia di lokasi kejadian,” ucapnya.
Selain korban meninggal dunia, kata dia, ada juga 37 korban luka berat dan ringan yang dirawat di RSUD Sumedang. Dari 37 korban luka-luka itu, 26 orang hingga kini masih dirawat. Kondisi mereka, umumnya luka berat. Sedangkan sisanya 11 orang, sudah pulang ke rumah.
“Untuk korban luka berat, ada yang masih ditangani di ruang tindakan IGD dan sebagian di ruang observasi. Luka yang dideritanya variatif. Ada yang patah tulang, luka di bagian kepala dan anggota tubuh lainnya. Hingga kini, tim medis terus berupaya melakukan penanganan medis secara intensif. Sudah banyak keluarga korban dari Subang yang datang ke rumah sakit,” ujar Dahlan.

Sementara itu, Kepala Basarnas Kantor SAR Bandung, Deden Ridwansyah menuturkan, proses evakuasi para korban kecelakaan maut di tanjakan Cae, Wado, dilakukan tim SAR gabungan. Tim SAR gabungan, di antaranya dari Basarnas kantor SAR Bandung, Basarnas Provinsi Jabar, TNI/Polri dan PMI Kab. Sumedang.
Hasil evakuasi Kamis (11/3/2021) hingga pukul 00.34 dini hari, tim SAR gabungan telah mengevakuasi 4 korban berjenis kelamin laki laki dan 1 orang perempuan.
“Sampai pukul 05.00 subuh, kami masih melakukan upaya evakuasi satu korban yang setengah badannya terjepit badan bus,” katanya.
Ia menyebutkan, jumlah korban seluruhnya 66 orang. Dari korban sebanyak itu, 29 orang meninggal dunia. Jumlah itu termasuk 2 korban meninggal tambahan yang sempat dirawat di RSUD Sumedang. Sementara 37 orang selamat yang mengalami luka berat dan ringan.
“Satu korban yang terjepit badan mobil, sudah berhasil dievakuasi tadi pagi pukul 7.40,” ucapnya.

Kapolres Sumedang AKBP Eko Prasetyo Robbyanto mengonfirmasi, hasil identifikasi korban kecelakaan meninggal dunia di Instalasi Jenazah RSUD Sumedang, korban meninggal dunia hingga kini 29 orang. Jumlah itu, termasuk 2 korban meninggal tambahan yang sempat dirawat di RSUD Sumedang. Identifikasi korban dilakukan bersama Unit Siaga Laka Lantas, Unit Siaga Inafis dan tenaga medis RSUD Sumedang,
Adapun kronologis kejadiannya, kata Eko, ketika bus pariwisata “Sri Padma Kencana” Nopol T 7951 TB yang mengangkut rombongan guru dan murid SMP IT Al-Muaa’manah Kec. Cisalak, Kab. Subang yang telah ziarah di Pamijahan Kab. Tasikmalaya, melaju dari arah Malangbong menuju arah Wado, Rabu (10/3/2021) sekira pukul 18.20.
Sesampainya di lokasi kejadian, bus yang dikemudikan Yudi Awan (42) warga Jalan Cikutra Bandung dengan kernetnya Dede Lili.(47) warga Kec. Cipatat, Kab. Bandung Barat, menabrak tiang listrik yang berada di pinggir jalan. Ditambah kondisi jalan licin dengan posisi jalan menurun tajam, tak pelak pengemudi hilang kendali. Akibatnya, bus berpenumpang 66 orang itu, masuk jurang sedalam sekitar 20 meter.
“Setelah kejadian, anggota Polsek Wado bersama Koramil Wado dibantu warga sekitar, langsung membantu evakuasi korban. Para korban meninggal, saat itu dievakuasi ke Puskesmas Wado. Sedangkan korban yang luka ringan dan berat, dievakuasi ke RSUD Sumedang. Upaya lainnya, kami mengamankan TKP dengan pemasangan garis polisi, berkoordinasi dengan instansi terkait serta melakukan identifikasi korban,” ujarnya.

Dengan kejadian itu, kata dia, Kapolda Jabar Irjen. Pol. Ahmad Dofiri dan Korlantas Polri, mengecek lokasi kejadian.
Hadir, di antaranya Dir Gakkum Korlantas Polri Brigjen Pol. Kushariyanto, Direktur Ops Jasa Raharja Amos Sampetoding, Kadishub Jabar Hery Antasari dan Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir. (Hadadi)***







