BERITA SUMEDANG – Pembentukan desa wisata bertujuan untuk memberdayakan masyarakat agar dapat berperan sebagai pelaku langsung dalam sektor pariwisata.
Oleh karena itu, ada tiga hal penting dalam persiapannya untuk memajukan desa wisata.
Hal itu, Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamenparekraf), Angela Tanoesoedibjo katakan pada keterangan resminya di Jakarta, Sabtu, 3 Juni 2023.
Baca juga: Sekda Herman Suryatman : Ini Alasan Sumedang Jadi Kabupaten Destinasi Pariwisata Pemerintahan
Tiga Hal Penting
Menurutnya, terdapat tiga hal Penting yang harus menjadi perhatian juga mempersiapkannya secara matang untuk mengembangkan dan memajukan desa wisata.
Ketiga hal penting tersebut, antara lain posisi destinasi, aktivitas ekonomi kreatif dan pemasok rantai pariwisata.
Angela menjelaskan, dengan memperhatikan tiga hal itu, ia mengharapkan desa wisata mampu meningkatkan lama tinggal, jumlah belanja wisatawan dan mensejahterakan masyarakat.
Menurut Angela, terkait posisi sebagai destinasi, desa wisata harus bisa dikunjungi wisatawan untuk tinggal atau bermalam di daerah itu.
Baca juga: Bendungan Sadawarna Bakal Punya Objek Wisata
“Pengembangan desanya memang peruntukannya sebagai tujuan wisata yang bisa berkunjung untuk tinggal atau bermalam di dalamnya, sekaligus mengenal lebih dalam hal adat istiadat masyarakat desa,” ujar Angela, seperti dilansir dari Antaranews.com
Selain itu, menurutnya desa wisata juga dapat menghadirkan beragam aktivitas ekonomi kreatif, sehingga memberikan pengalaman baru bagi wisatawan.
Kemudian, yang di maksud desa wisata sebagai pemasok rantai pariwisata, menurut Angela yakni desa wisata yang mengedepankan agrowisata sebagai daya tarik utama.
Dengan hal tersebut, ia jelaskan agar pengelola desa wisata bisa mengambil peran untuk menjalin kerja sama dengan industri hotel dan restoran.
Oleh sebab itu, agar pengelola bisa memenuhi kebutuhan mulai dari telur, sayur-sayuran, buah-buahan, hingga produk camilan UMKM.
“Ini adalah peluang yang bagus. Desa wisata kita yakini bisa menciptakan lapangan kerja dan kita harapkan muda-mudi desa ini tetap tinggal di desa, berkarya dan membangun desa,”ujarnya.
Lebih jauh ia katakan, kita harus berikan banyak potensi dan kesempatan baru bagi generasi muda untuk tetap berkarya di desa, dan mengembangkan desa.
Baca juga: Keren! Taman Seribu Cahaya, Destinasi Wisata Baru di Sumedang
Tantangan Desa
Namun, menurutnya yang menjadi tantangan desa sebagai pemasok rantai pariwisata adalah konsistensi, kualitas, dan kuantitas.
Dengan demikian, para pengelola desa wisata harus memiliki kemampuan.
Dalam upaya mempertahankan kualitas yang telah terbangun dan mampu memenuhi kebutuhan pelaku industri hotel ataupun restoran.(Ukie)***







