BERITA SUMEDANG – Pj. Bupati Sumedang Herman Suryatman meninjau lokasi banjir di Dusun Leuwi Awi Desa Ujungjaya Kecamatan Ujungjaya, Minggu 11 Februari 2024.
Menurut Pj. Bupati Herman, banjir tersebut merupakan yang terbesar sepanjang perjalanan sejarah Dusun Leuwi Awi.
“Saya melihat langung ke lapangan, air sudah sampai di atap rumah warga. Yang terdampak kurang lebih ada 220 KK, 700 jiwa. Ini berada di lokasi RW 07 yang di dalamnya terdapat 4 RT,” ujarnya.
Ia mengatakan, pihaknya telah melakukan pengecekan ke lapangan bersama unsur terkait.
Baca juga: Masyarakat Sumedang Harus Tetap Waspada Pascabencana Gempa
“Tadi malam BPBD bersama TNI/Polri dan para relawan langsung turun ke lapangan, dilengkapi sarana prasarana untuk melakukan evakuasi penyelamatan warga terdampak,” tuturnya.
Ia memastikan bahwa 220 KK atau 700 lebih jiwa yang terdampak bencanq bisa dievakuasi. Dari sejumlah itu, ada enam warga yang dibawa ke Puskesmas.
“Dari enam warga ini ada satu yang meninggal atas nama Ibu Arum (73). kondisi Ibu Arum ini memani sudah sepuh dan kurang sehat lalu dipatik oleh bencana banjir,” ucap Herman.
Keselamatan masyarakat jadi prioritas
Untuk kelima korban lainnya, lanjutnya, sudah bisa kembali ke rumah masing-masing, kecuali ada satu seorang ibu hamil yang saat ini sedang ditangani di Puskesmas.
Baca juga: Menko PMK Apresiasi ‘Gercep’ Pemda Tanggulangi Gempa
“Kami pastikan jiwa masyarakat akan kami prioritaskan. Saya juga sudah cek ricek kondisi lapangan, warga saat ini sudah dievakuasi seluruhnya,” kata Pj. Bupati Herman
Terkait dengan penanganan, Pj. Bupati menyampaikan akan ada penanganan jangka pendek selama satu minggu ke depan. Kemudian penanganan jangka menengah dan penanganan permanen.
“Untuk penanganan jangka pendek, kami ingin memastikan kebutuhan dasar masyarakat terlayani. Kami sudah komunikasikan dengan warga dan perangkat desa bahwa kebutuhan logistik warga tercukupi,” ucapnya.
Dapur umum dan tenda darurat
Diterangkan Pj. Bupati, saat ini Pemda Sumedang akan menyiapkan dapur umum untuk pasokan makan warga. Mulai siang ini dapur umum akan efektif bekerja.
Baca juga: Bupati bersama Forkopimda Tinjau Lokasi Terdampak Gempa
“Kami akan siapkan untuk makan warga satu hari tiga kali selama masa darurat. Kemudian untuk kebutuhan pakaian dan peralatan bayi kami sedang identifikasi dan akan kita penuhi,” tuturnya.
Sedangkan untuk kebutuhan tempat tinggal, ia menyebutkan perlu waktu untuk pembenahan .
“Selama pembenahan warga membutuhkan tempat untuk berlindung, kami sedang kroscek. Kemungkinan pertama kami akan buat tenda darurat dan sekarang sedang kami siapkan,” terangnya.
Selain itu disamping lokasi Leuwi Awi terdapat perumahan Pamoyanan milik pemerintah yang saat ini kondisinya kosong.
Pemkab Sumedang akan memberikan alternatif kepada warga untuk berlindung. Pertama di tenda darurat kemudian yang kedua di Perumahan Pamoyanan.
Baca juga: Hari Keempat Tanggap Darurat Gempa Sumedang, Donasi Terkumpul Rp 678 Juta
“Selanjutnya yang ketiga diberikan kesempatan untuk menginap di sanak saudaranya terdekat,” imbuhnya.
Untuk layanan kesehatan, Pj. Bupati juga menugaskan Puskesmas untuk membuka layanan di lapangan.
“Jadi di sana nanti ada Pòsko, semua layanan kesehatan dan pemerintahan akan kami siapkan,” tuturnya.
Ia pun bertekad bahwa tidak ada warga yang kekurangan sandang, pangan dan kekurangan pelayanan akibat bencana.
Baca juga: Menteri PUTR Nyatakan Bendungan Jatigede, Cipanas dan Sadawarna, Aman
Terkait dengan penanganan jangka menengah dan jangka panjang, Herman mengungkapkan pihaknya akan segera berkoordinasi dengan CKJT maupun Satker.
“Nanti akan kita bicarakan, sehingga nanti kita bisa identifikasi apakah nanti akan direlokasi atau tetap bertahan di sini setelah diperbaiki. Kami akan mencarikan solusi terbaik untuk masyarakat,” ujarnya. (Aje)***







