Belum Optimal, Posko Penanganan Covid-19 di Tingkat Desa

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir tengah memimpin "Rapat Evaluasi PPKM dengan Forkopimda" melalui zoom meeting di Gedung Negara, Senin (12/7/2021) malam. (Hadadi/"BeritaSumedang.com")***

BeritaSumedang.com -Posko penanganan Covid-19 di Kab. Sumedang, sudah sampai ke tingkat desa. Bahkan ada pula tempat isolasi terpusat berikut petugasnya. Hanya saja, posko di tingkat desa belum dimanfaatkan secara optimal.

Hal itu, berdasarkan laporan dari Forkopimda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah) dan jajaran Pemkab Sumedang hasil pengecekan di lapangan dalam PPKM Darurat.

“Di beberapa kecamatan yang dikunjungi, ada yang sudah mempunyai tempat isolasi terpusat tingkat desa. Ada juga yang belum. Yang sudah ada pun, masih pada kosong,” ujar Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir saat memimpin “Rapat Evaluasi PPKM dengan Forkopimda” melalui zoom meeting di Gedung Negara, Senin  (12/7/2021) malam.

Selain Forkopimda, rapat diikuti anggota Satgas Penanganan Covid-19 Kab. Sumedang, para kapolsek dan danramil di wilayah Kab. Sumedang.

Dalam rapat tersebut, masing-masing Forkopimda melaporkan hasil monitoring ke kecamatan dan desa selama PPKM Darurat. Selain itu, menyampaikan beberapa saran dan masukan atas temuan di lapangan.

Lebih jauh Dony menjelaskan, dirinya mendapat saran dari Forkopimda agar sosialisasi tidak hanya dilakukan unsur Satgas, melainkan juga melibatkan komunitas warga seperti ormas, OKP, dan LSM.

Selain itu juga, dari hasil pemantauan di beberapa puskesmas,  ditemukan beberapa keterbatasan obat, vitamin, APD dan oksigen. Untuk kekurangan logistik di puskesmas, akan segera dipenuhi mengingat BTT (belanja tidak terduga) ke-2 akan cair.

“Khusus kebutuhan oksigen, kita akan pasok dari vendornya langsung selain dari RSUD Sumedang,” ujarnya.

Menurut dia, dalam pemulasaraan jenazah dengan prosedur penanganan Covid-19, sudah mulai efektif dilaksanakan tim pemulasaran jenazah di tingkat desa/kecamatan. Mereka  sebelumnya mendapatkan pelatihan.  “Jadi, tidak harus antre lagi untuk dipulasara di RSUD Sumedang,” katanya.

Dikatakan, selain dijamin ketersediaan APD dan peti matinya, perlu adanya dukungan insentif bagi tim petugas pemulasaraan. “Dukungan itu, mengingat tugasnya cukup berat dan berisiko,” ujarnya.

Terkait masih ditemukannya kerumunan di sejumlah pasar tradisional di daerah, Bupati Dony mengatakan, harus disikapi Satgas eksternal Diskoperindag dengan pengawasan dan sosialisasi prokes.
“Pemantauan penerapan prokes di sejumlah pasar tradisional perlu lebih diperketat dan dilakukan secara mobile oleh Satgas eksternal dinas,” ucapnya.(Hadadi)***