BERITA SUMEDANG – Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir memaparkan sejumlah inovasi digital yang tengah dikembangkan dan dioperasikan oleh Pemerintah Kabupaten Sumedang kepada Komisaris Utama PLN Burhanuddin Abdullah di Command Center Sumedang, Jumat, 21 November 2025.
Dalam paparannya, Bupati Dony menjelaskan, Sumedang saat ini tengah mendorong transformasi digital melalui beberapa aplikasi unggulan yang fokusnya pada peningkatan kecepatan layanan, transparansi dan keterhubungan antar-instansi, salah satunya Wakepo
“Kami mengawali pemanfaatan digitalisasi ini, dengan visi-misi kami, berdasarkan persoalan yang ada di Sumedang,” ujarnya.
Baca juga: Pemda Sumedang Luncurkan Beberapa Aplikasi Inovatif pada Momen HUT RI ke-79 2024
Prioritas program pertama, lanjut Dony, yaitu reformasi birokrasi. Alasannya, karena Sumedang dulunya bekas kerajaan, sehingga perspektif budaya menganut sistem patron-klien.
“Jadi, jika patron-nya di reform dan menginspirasi, kliennya akan ikut berpartisipasi karena kepercayaan pada pemimpinnya,” ujarnya.
Delapan perubahan
Ia mengatakan, pemerintah daerah Sumedang mulai melakukan delapan area perubahan. Mulai dari merubah budaya dilayani ke melayani. Lalu, merubah budaya manual ke digital, merubah zona nyaman menjadi zona kompetitif dan budaya business as usual ke inovatif.
Baca juga: Jatinangor City of Digital Knowledge Jadi Pilot Projek Tingkat Nasional
“Dan untuk mempermudah urusan rakyat, kami mengembangkan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) dengan device, network, dan aplikasi. Alhamdulillah dengan penggunaan ini, angka kemiskinan, stunting, dan pengangguran mengalami penurunan,” tutur Dony.
Ia juga menyebutkan terkait dengan pemanfaatan Command Center yang dijadikan big data oleh pemerintah daerah Sumedang.
Command Center merupakan big data, sebagai referensi untuk mengambil kebijakan dalam membuat keputusan. Sebab, Pemkab Sumedang menganut prinsip good data, good decision dan good result.
“Jadi, setiap keputusan harus best on data, dan setiap orang di seluruh dunia melihat data kami, karena didalamnya ada transparansi. Semua ini bisa dilihat melalui layanan digital WA yang kami beri nama Wakepo di no 0811 2220 2220,” ujarnya.
Sementara itu Komisaris Utama PLN Burhanuddin Abdullah, menyampaikan apresiasinya terhadap berbagai inovasi tersebut.
Transformasi digital
Ia mengatakan, transformasi digital Pemda Sumedang sejalan dengan fokus PLN dalam memperkuat sistem pelayanan berbasis teknologi dan smart system.
“Ini hal yang baru bagi saya, meskipun diberbagai tempat dan berbagai kesempatan sering mendapatkan pemaparan, tapi dari tingkat kabupaten, baru Kabupaten Sumedang yang membuat saya salut,” ucapnya.
Baca juga: Resmi! Jatinangor Jadi City of Digital Knowledge
Burhanuddin menjelaskan, Kabupaten Sumedang hanya tinggal membuat angka informasi atau pengambilan kebijakan dalam satu tatanan masyarakat industri.
Masyarakat industri itu, artinya masyarakat yang rajin, tapi bukan diartikan pabrik. Jika masyarakatnya tidak rajin, produktivitasnya pasti akan tetap rendah.
“Jadi masalahnya, bagaimana kita mengajak masyarakat supaya rajin. Berbagai aplikasi di Sumedang bisa menjadi alat yang power full untuk mendorong masyarakat jadi rajin,” tuturnya.***







