Kedai Kopi Sumedang Asli, Harus Tampil di Rest Area Tol Cisumdawu! Erwan : Bukan Kopi Produk Luar

Wabup Sumedang Erwan Setiawan tengah menjelaskan upaya mengembangkan kopi sumedang asli saat menjadi pembicara pada "Talkshow Perkembangan Kopi" di Sawala Space & Cafe, Jalan Kartini No. 28 Sumedang, Minggu, 20 Februari 2022. (Joe/BeritaSumedang.com)

BERITA SUMEDANG – Wakil Bupati Sumedang Erwan Setiawan akan berupaya agar di setiap rest area tol Cisumdawu (Cileunyi-Sumedang-Dawuan) tersedia kedai kopi Sumedang asli, bukan kopi produk luar yang belum tentu bermanfaat bagi masyarakat Sumedang sendiri.

“Kalau kopi sumedang sudah jelas manfaatnya untuk para petani dan pelaku usahanya. Oleh karena itu, saya akan usahakan di setiap rest area ada beberapa kedai kopi asli Sumedang,” ujar Erwan.

Ia katakan itu saat menjadi pembicara pada “Talkshow Perkembangan Kopi” di Sawala Space & Cafe, Jalan Kartini No. 28 Sumedang, Minggu, 20 Februari 2022.

Menurut dia, untuk mengembangkan kopi sumedang, pemda sudah memulai dengan menjadikan kopi sumedang sebagai souvenir kepada tamu yang datang ke Sumedang.

“Bahkan kami sudah mewajibkan di setiap instansi untuk menyediakan kopi  sumedang asli. Jangan ada lagi kopi gunting,” tuturnya.

Minat masyarakat terhadap usaha kopi pun, kata Erwan, tidak hanya sekadar menjadi tren yang kemudian perlahan hilang. Akan tetapi, harus kontinyu dan berkesinambungan.

“Fenomena berkembangnya usaha kopi di Sumedang ini jangan hanya sesaat atau musiman saja. Nantinya hilang begitu saja. Namun, harus terus kontinyu dan berkembang,” ucapnya.

Wabup Erwan mengatakan, pemda sendiri sudah berusaha mempertahankannya dengan menetapkan 7 Oktober sebagai “Hari Kopi Sumedang”. Bahkan salah satu bentuk kepedulian pemda terhadap para penggiat kopi di Kabupaten Sumedang, rutin digelar berbagai kegiatan.

“Seperti halnya Festival Kopi Sumedang dalam rangka memperingati Hari Kopi Sumedang,” ujar Wabup Erwan.

Lebih jauh ia menjelaskan, pemda menyambut baik tingginya minat masyarakat untuk mengembangkan usaha kopi, khususnya kopi Sumedang. Bahkan pemda melalui dinas terkait mempunyai program pembinaan dan pelatihan kepada para petani kopi. Dari mulai budi daya, perawatan sampai proses pascapanen. Dengan begitu, para petani bisa menghasilkan kopi terbaik di Sumedang.

“Kami juga memberikan bantuan, berupa peralatan pascapanen, seperti alat roasting kopi yang diberikan kepada beberapa UMKM kopi. Kita juga berikan fasilitas permodalan KUR,” tuturnya.

Ia berharap ke depannya  kopi menjadi andalan Kabupaten Sumedang “Setiap kecamatan di Sumedang bisa menghasilkan kopi,” kata Erwan. (Joe)***