Nyunda Banget! ASN Kenakan Pakaian Adat Sunda Saat Upacara Hari Jadi Sumedang

Para ASN Mengenakan pakaian adat sunda saat Upacara Hari Jadi Sumedang yang ke-444 tahun 2022 di Lapangan Upacara kantor Induk Pusat Pemerintahan Pemkab Sumedang Rabu, 20 April 2022. (Joe/BeritaSumedang.com)

BERITA SUMEDANG –  Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, pada Upacara Bendera Peringatan Hari Jadi Sumedang ke-444 tahun 2022, para pesertanya mengenakan pakaian adat Sunda. Itu cocok dan selaras dengan   program SPBS “Sumedang Puseur Budaya Sunda”.

Pun dengan Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir dan Wakil Bupati Sumedang Erwan Setiawan, mengenakan pakaian adat Sunda yang biasa dipakai pangeran dan para menak Sumedang

Dalam upacara itu,  pakaian adat Sunda peserta laki-laki mengenakan  salontreng (pangsi) hitam lengkap dengan ikat kepala. Sedangkan wanita, mengenakan kebaya. Namun, tak lupa  semua mengenakan masker  sehubungan masih suasana pandemi Covid-19.

Jumlah peserta pun, lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya. Sebab, semua dinas dan  Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kabupaten Sumedang, kini mengirimkan perwakilannya untuk mengikuti upacara secara langsung atau tidak daring lagi.

Upacara berlangsung di Lapangan Upacara  kantor Induk Pusat Pemerintahan (IPP) Kabupaten Sumedang, Rabu, 20 April 2022, dipimpin langsung oleh Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir.

Upacara  diikuti unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Sumedang, para kepala dinas dan SKPD, camat dan kepala desa, unsur BUMN, BUMD, TNI, Polri, ASN, tokoh masyarakat dan Ormas.

Dalam upacara tersebut, 50 orang dari dinas dan instansi mendapatkan piagam penghargaan atas prestasi yang diperoleh, baik di tingkat kabupaten, provinsi maupun nasional yang secara simbolis diwakili oleh 17 orang.

Diserahkan pula bantuan dari BRI Cabang Sumedang berupa 1 unit mobil ambulance untuk Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang.

Upacara ditutup dengan penandatanganan prasasti sejumlah projek pembangunan Tahun Anggaran 2021 oleh bupati yang disaksikan wakil bupati dan unsur Forkopimda serta tamun undangan lainnya.

Inspektur Upacara, Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir mengatakan, peringatan Hari Jadi Sumedang, salah satu cara mensyukuri nikmat yang diberikan Allah SWT. Selain itu, menjadi momentum untuk mengingatkan kembali bahwa semua capaian pembangunan yang diraih tak lepas dari peran serta dan kerja keras para pendahulu.

“Kita hanyalah melanjutkan pembangunan dan perjuangan yang telah mereka rintis. Sehingga Kabupaten Sumedang menjadi daerah maju dan terdepan seperti saat ini,” ujarnya.

Dikatakan, momentum Hari Jadi ke-444 Sumedang, diharapkan dapat membangkitkan kembali gairah dan semangat membangun Sumedang dengan mewujudkan, pelayanan berkualitas dan lebih cepat atau “Sumedang Melesat”.

“Sebagaimana tema peringatan ‘Melesat menuju Sumedang Simpati 2023’, kita menginginkan pelayanan lebih berkualitas dan lebih cepat,” kata Dony.

Lebih jauh ia menyebutkan, kendati dalam situasi sulit saat pandemi Covid-19, Pemerintah Kabupaten Sumedang berhasil meraih  17 penghargaan tingkat nasional dan 17 tingkat Provinsi Jawa Barat.

“Hasil capaian prestasi dan kinerja tersebut, tahun 2022 ini Kabupaten Sumedang mendapat apresiasi sekaligus reward dari pemerintah pusat berupa Dana Insentif Daerah (DID) sebesar Rp 37 miliar. Jumlah DID itu yang terbesar ketimbang  kabupaten atau kota di Jawa Barat,” kata Dony menjelaskan.

Menurut Bupati Dony, tidak hanya itu, Kabupaten Sumedang juga mendapatkan apresiasi berupa Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk pembangunan fisik berupa infrastruktur jalan sebesar Rp 57 milar.

Capaian prestasi tersebut, berdampak positif terhadap banyaknya kunjungan pemerintah daerah dan lembaga lainnya untuk melakukan studi tiru atas kemajuan yang diraih Kabupaten Sumedang.

“Tentunya kita semua patut bangga karena dalam tata kelola pemerintahan dan reformasi birokrasi, kini Sumedang menjadi termaju dan terdepan di Jawa Barat, bahkan di Indonesia,” tuturnya.

Ia menambahkan, peringatan Hari Jadi Sumedang, juga merupakan wahana untuk melakukan refleksi dan evaluasi bagi Pemerintah Kabupaten Sumedang supaya lebih baik lagi.

“Kita tidak mau terjebak dengan yang namanya success trap, melainkan termotivasi untuk terus memperbaiki diri secara berkelanjutan,” ujarnya. (Joe)***