10.000 Dosis Vaksin Sudah Digunakan Buruh Kahatex

BeritaSumedang.com – Dari 15.000 dosis vaksin yang sediakan bagi buruh se-Jawa Barat, 10.000 dosis vaksin di antaranya sudah digunakan untuk buruh di PT Kahatex di Jalan Raya Bandung-Garut, Kec. Jatinangor, Sumedang.

“Hari ini saya cek pelaksanaan vaksinasi, setelah kunjungan Bapak Kapolri dan Panglima TNI Kamis kemarin. Alhamdulillah, pelaksanaannya lancar dan tertib sesuai protokol kesehatan. Vaksinasi untuk karyawan PT Kahatex sebanyak 10.000 dosis, tersalurkan,” kata Kapolres Sumedang AKBP Eko Prasetyo Robbyanto saat mengunjungi gerai vaksin presisi Polri di kawasan industri PT Kahatex, Kec. Jatinangor, Sabtu (7/8/2021).

Pada kesempatan itu, Eko meninjau langsung kegiatan vaksinasi hari ketiga di lokasi tersebut.

Menurutnya, sejauh ini PT Kahatex merupakan kawasan industri pertama yang melakukan vaksinasi massal di Kab. Sumedang. Diharapkan, PT Kahatex Sumedang perusahaan pertama yang menjadi percontohan seluruh karyawannya telah divaksin hingga menciptakan kekebalan komunal.

“Ke depannya juga, semua perusahaan di Kab. Sumedang akan dilaksanakan metode vaksinasi serupa,” ucap Eko didampingi Wakapolres Sumedang Kompol A Agustoni

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyebutkan, pemerintah bakal mengerahkan 15.000 vaksin bagi buruh di Jawa Barat. Tujuannya, untuk menciptakan kesehatan yang kuat bagi para buruh, sehingga roda perekonomian kembali berputar.

“Kegiatan vaksinasi kami turunkan 15.000 vaksin. Kalau masih kurang, bisa dikoordinasikan kembali,” ujar Sigit ketika meninjau pelaksanaan vaksinasi massal Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto di PT. Kahatex di Jalan Raya Bandung- Garut, Sumedang, Kamis (5/8/2021) lalu.

Di tempat terpisah, Dony Ahmad Munir di Gedung Negara Pemkab Sumedang Jumat (6/8/2021) mengatakan, capaian vaksinasi Covid-19 di Kab. Sumedang, sudah mencapai sekitar 16%. Pemkab Sumedang akan terus menggencarkan vaksinasi dengan memaksimalkan 35 Puskesmas yang ada. Setiap Puskesmas melakukan vaksinasi masing-masing untuk 200 sasaran.

“Kemudian, memaksimalkan mobile vaksin. Setiap Rabu dan Kamis di Islamic Center, ada Pos Vaksin yang dibantu oleh Urkes Polres, Kesdim, Brimob dan Yonif,” tuturnya.

Ia mengatakan, pemda juga melakukan kerja sama dengan berbagai lembaga dalam rangka mempercepat capaian vaksinasi 70% di akhir Desember 2021.
Ada dari perguruan tinggi, baik alumninya maupun pihak perguruan tingginya. Sebelumnya, ada serbuan vaksin sebanyak 2.500 dosis oleh KASAL di GOR Tadjimalela. Begitu juga di kawasan industri Kahatex yang dipantau langsung oleh Kapolri dan Panglima TNI dengan target 9.000 dosis.
“Nanti, 16 Agustus dengan Angkatan Udara. Harapan saya vaksinasi di Sumedang 70% bisa tercapai,” ujarnya.

Lebih jauh Dony menjelaskan, dalam penanganan Covid-19, Pemkab Sumedang juga akan menerapkan perspektif “Injak gas dan rem” antara kesehatan dengan ekonomi sesuai porsinya masing-masing.
“Ketika kasus Covid-19 naik, kesehatan yang kita gas. Sedangkan ekonomi kita rem. Sebaliknya, ketika Covid-19 melandai, kesehatan yang direm. Sedangkan ekonomi yang digas,” ujarnya.

Menurutnya, PPKM Level 4 terbukti efektif menurunkan angka terkonfirmasi aktif, BOR dan jumlah pasien yang meninggal serta meningkatkan jumlah pasien sembuh.

“Catatan hari ini, BOR turun dari hari sebelumnya. Semula 63,42% sekarang 60,60%. Positive Rate juga kembali turun. Pengujian sebelumnya di angka 29,33% dan pengujian terakhir di angka 21,27%,” katanya. (Adi)***