SUMEDANG – Menteri Sosial Tri Rismaharini akan terus berkoordinasi dengan Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir dan aparat di wilayah setempat, untuk secepatnya memindahkan warga yang rawan terkena musibah bencana alam.
“Ini (memindahkan warga) tidak mudah. Sebab, mungkin akan ada sebagian warga yang keberatan. Namun demikian, harus kita pastikan mereka mengungsi karena cuacanya seperti ini. Jangan sampai menimbulkan bencana lagi. Itu yang harus kita pastikan malam ini,” ujar Tri Rismaharini didampingi Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir dan Sekda Kab. Sumedang Herman Suryatman dalam siaran pers Humas dan Protokol Setda Kab. Sumedang.
Mensos mengatakan itu saat mengunjungi lokasi longsor di Dusun Bojong Kondang Ds. Cihanjuang Kec. Cimanggung, Minggu (10/1/2020) malam.
Menurut dia, dirinya berharap malam ini, segera memindahkan warga terutama yang kondisinya rawan. Tim yang terlibat, juga bisa secepatnya melakukan evakuasi warga yang kondisinya rentan terjadinya bencana susulan. Apalagi berdasarkan informasi yang diterima, masih ada retakan yang berpotensi menimbulkan longsor susulan. “Status tanggap darurat akan ditetapkan bupati,” ujar Mensos Risma.

Dalam kunjungannya, Risma beserta rombongan langsung menuju dapur umum dan tempat pengungsian warga di SD Cipareuag dan TK Al-Hidayah.
Saat itu, Mensos menyiapkan berbagai perlengkapan untuk keperluan warga. Dari mulai tempat istirahat, kasur hingga makanan dan minuman. Ia juga menyambangi kediaman sejumlah keluarga korban sekaligus memberikan secara langsung bantuan berupa uang tunai sebesar Rp 15 juta kepada masing-masing keluarga korban.
Untuk warga yang terdampak, kata dia, Kemensos akan berupaya menyiapkan penginapan dan makanan sampai kondisinya benar-benar aman. Sementara khusus untuk trauma healing, nanti akan ada psikolog yang akan mendampingi. “Saya sampaikan juga duka yang mendalam kepada seluruh keluarga korban longsor di Cimanggung ini,” tuturnya.
Pencarian korban terkendala cuaca
Sementara itu, Basarnas Kantor SAR (search and rescue) Bandung mengalami kesulitan dalam pencarian korban longsor. Selain masih terjadi pergerakan tanah di lokasi kejadian, curah hujannya tinggi.
Kepada wartawan, Kepala Basarnas Kantor SAR Bandung, Deden Ridwansyah mengatakan Basarnas Bandung bersama tim SAR gabungan terus bergerak melakukan pencarian 27 korban hilang pascalongsor di Dusun Bojongkondang Ds Cihanjuang, Kec. Cimanggung, Senin (11/1/2021).
Tim SAR terus bergerak sejak pukul 09.00 WIB hingga pukul 12.20 WIB. Pencarian 27 korban hilang yang diduga tertimbun longsor belum juga ditemukan.
“Kami kesulitan, karena kondisi tanah longsoran banyak air bercampur lumpur sehingga menyulitkan alat berat dalam proses evakuasi,” ujarnya.
Ia mengatakan, kondisi tanah di lokasi longsor masih terus bergerak sehingga dalam proses evakuasi perlu ekstra hati-hati. “Tadi terjadi beberapa kali pergerakan tanah, sehingga kami harus berhati-hati untuk menjaga keselamatan seluruh personel SAR,” tutur Deden.
Kendala lainnya, kata dia, curah hujan cukup tinggi. Saat hujan, proses pencarian dihentikan. Seperti halnya kemarin, pencarian sampai pukul 14.00, karena terjadi hujan deras.
“Hari ini cuaca mendung. Kami berharap tidak hujan. Kalau tidak hujan, tim SAR akan memaksimalkan pencarian hari ini hingga 1×24 jam. Sudah izin ke pak Dandim. Kalau tidak hujan, kami maksimalkan pencarian hingga 24 jam,” katanya.

Ia menyebutkan, hingga hari ini, total korban tewas yang berhasil ditemukan 13 orang, 3 luka berat, 22 luka ringan dan 27 warga masih dalam pencarian.
Disinggung adanya retakan besar di atas bukit, Deden mengatakan, sejauh ini situasi dan kondisi masih aman. “Kami sudah mengajukan ke Basarnas pusat untuk pengadaan alat early warning system (Sistem peringatan dini),” ucapnya.
Ditanya terkait keluarga yang diduga tertimbun akibat longsor sehari sebelum melangsungkan resepsi pernikahan, ia mengaku masih proses pencarian. “Untuk pasangan pengantinnya selamat, justru yang dilaporkan hilang itu orangtuanya,” katanya. (Hadadi)***







