
BERITA SUMEDANG – Belum selesai dengan Omicron BA.4 dan BA.5, kini muncul lagi subvarian baru dari virus Omicron yakni “Centaurus” atau BA.2.75 yang sudah masuk ke Indonesia.
“Subvarian ini, disebut lebih menular dan mampu menginfeksi seseorang yang pernah terinfeksi Covid-19 hingga menurunkan respon antibodi,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang Dadang Sulaeman saat Rakor Forkopimda di Gedung Negara, Jumat malam, 22 Juli 2022
Ia mengatakan, virus Centaurus diperkirakan menyebar pada tingkat yang lebih cepat ketimbang kerabat Omicron varian BA.5 dan BA.2.
“Gejalanya mirip dengan gejala Omicron pada umumnya, seperti batuk, kelelahan dan hidung meler,” ujar Dadang menjelaskan.
Dikatakan, meski gejalanya cenderung lebih ringan terutama bagi orang yang sudah divaksinasi, para ahli menyebutkan subvarian tersebut memiliki tambahan mutasi, tak seperti varian terdahulu.
“Fakta ini membuat para ahli khawatir bahwa subvarian ini bisa menerobos antibodi dan menyebabkan penularan yang cepat,” ujarnya.
Oleh karena itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang sudah menetapkan rencana aksi guna mencegah penyebaran Subvarian Centaurus di Sumedang.
Rencana aksi tersebut, yakni dengan percepatan target 30 petsen penyuntikan vaksin booster di akhir Juli 2022. Hal itu, dengan sasaran sehari 200 orang di setiap Puskesmas.
“Selain itu juga, akan dilakukan percepatan target 50 persen booster di akhir Agustus 2022 dengan sasaran vaksinasi masyarakat umum,” tuturnya.
Lebih jauh Dadang menjelaskan, Dinkes akan melaksanakan penertiban kebijakan terkait penanganan Covid-19. Ditambah lagi percepatan vaksinasi dengan sasaran masyarakat umum, ASN, satuan pendidikan dan pengusaha.
“Upaya lainnya, kami melaksanakan konsolidasi lintas sektor yang sasarannya kegiatan penanganan Covid-19 dan percepatan vaksinasi,” ucapnya.
Sementara itu, Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menginstruksikan agar secepatnya melakukan akselerasi terhadap vaksin booster.
“Dikarenakan sekarang jumlah kasusnya sudah meningkat lagi, kita harus segera antisipasi dengan optimalisasi vaksin booster,” ujarnya.
Menurut dia, dalam menghadapi sebuah tantangan, Kabupaten Sumedang sudah memiliki dua senjata, yakni pengetahuan dan pengalaman.
“Pengetahuan dan pengalaman kita tentang Covid-19 beberapa waktu ke belakang, tinggal dipraktikkan kembali sekarang untuk memenuhi 50% vaksin booster ini,” katanya. (Aje)***







