SUMEDANG – Mesjid Al-Kamil di kantor Induk Pusat Pemerintahan (IPP) Pemkab Sumedang yang baru selesai pembangunan tahap I akhir tahun kemarin, untuk pertama kalinya digunakan salat Zuhur berjamaah oleh Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir beserta para ASN (Aparatur Sipil Negara). Bahkan bupati sendiri yang menjadi imamnya.
Salat Zuhur berjamaah, diikuti Wakil Bupati Sumedang Erwan Setiawan, Sekretaris Daerah Herman Suryatman, para asisten, staf ahli, kepala OPD (Organisasi Perangkat Daerah) dan para kabag.
Setelah salat berjamaah, dilanjutkan dengan tausiah oleh Mudir’ Aam (Pimpinan Umum) Pondok Pesantren Islam Internasional Terpadu Asy-Syifa Wal Mahmudiyyah KH. M. Muhyiddin Abdul Qodir Al Manafi. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan syukuran potong tumpeng.

“Hari ini adalah hari bersejarah bagi Pemda Sumedang. Alhamdulillah, sekarang di kantor IPP telah berdiri masjid baru yakni Masjid Al-Kamil,” tutur Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir usai “Salat Zuhur Berjamaah” di Masjid Al-Kamil di kantor IPP Pemkab Sumedang Jalan Prabu Gajah Agung Sumedang, Selasa (2/2/2021).

Ia mengatakan, dirinya sangat bersyukur pembangunan Masjid Al-Kamil tahap I sudah selesai. “Tinggal pembangunan tahap II yang akan dilaksanakan tahun ini,” ucap Bupati Dony.
Keberadaan masjid tersebut, sambung dia, diharapkan menjadi sarana peningkatan kualitas dan kuantitas ibadah, khususnya bagi jajaran ASN di lingkungan Pemkab Sumedang.
“Keberadaan Masjid Al-Kamil ini harus menjadi role model atau percontohan bagi masjid yang lain dalam memakmurkan dan pengelolaannya,” ujarnya.
Ia juga mengharapkan para ASN menjadi bagian yang ikut memakmurkan mesjid Al-Kamil. “Para ASN yang berada di lingkungan kantor IPP ini harus menjadi garda terdepan yang memakmurkan masjid ini,” katanya.
Lebih jauh Dony menuturkan, penggunaan masjid tidak sebatas dipandang sebagai sarana untuk beribadah saja, melainkan memiliki fungsi lainnya. Seperti halnya sebagai wadah kegiatan berbasis ekonomi, sosial kemasyarakatan, pendidikan dan psikologi.
“Masjid ini ada fungsi edukasinya, seperti pengajian rutin, fungsi ekonomi, sosial dan psikologi. Sehingga, orang yang masuk masjid merasa tenang dan damai,” ucapnya.

Seperti diketahui, bangunan Mesjid Al-Kamil, memiliki dua lantai dengan berbagai sarana dan fasilitas pendukungnya. Seperti halnya toilet, tempat wudhu, termasuk ruangan untuk ibu hamil dan menyusui.
Bahkan untuk memantau keamanan mesjid, telah dipasang kamera CCTV di 11 titik. Untuk pembangunan tahap kedua akan dibangun menara dan kolam yang mengelilingi masjid. (Hadadi)***







