Sosial  

Andin Kini Berstatus Yatim Piatu

BeritaSumedang.com –  Andin Sinta Nurfalah (9) warga  Desa Kadakajaya Kec. Tanjungsari, kini harus rela dan pasrah berstatus anak yatim piatu.

Bersama kakaknya Alan Suherlan Angga Fauzi (23), Andin yang masih duduk di bangku SD tersebut, ditinggal kedua orang tuanya untuk selama-lamanya.

Awalnya yang meninggal ayahnya, Kahya (52), yang menderita sakit Hepatitis B. Selang 40 hari kemudian,  ibu Andin, Karwati (42) meninggal dunia akibat Covid-19 berdasarkan hasil Swab PCR,   Selasa (3/8/ 2021) lalu pukul 24.00 jam.

“Kehadiran saya bersama jajaran  untuk menyalurkan bantuan secara langsung sekaligus memberikan motivasi dan semangat untuk terus bersekolah dan menyongsong masa depan lebih baik,” tutur Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir saat melawat Andin di rumahnya di Tanjungsari, Jumat (6/8/2021).

Dalam lawatannya,  bupati didampingi Ketua Baznas Kab. Sumedang Ayi Subhan Hafas, Kepala Dinas Pendidikan Agus Wahidin, perwakikan Dinas Sosial Kabupaten Sumedang, unsur Forkopimcam Tanjungsari dan aparat desa setempat.

Menurut Dony, Dinas Sosial P3A, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan beserta BPJS, sudah ditugaskan untuk memenuhi kebutuhannya. “Pertama kebutuhan kesehariannya (dipenuhi), kemudian pendidikan dan kesehatannya. Sehingga anak yang ditinggalkan ini bisa terus menjalani kehidupan dengan optimistis bisa berhasil,” katanya

Ia pun  meminta agar warga masyarakat harus berempati dengan kondisi yang dialami oleh Andin dan anak-anak yatim piatu lainnya.

“Awalnya ayahnya meninggal karena sakit. Selang 40 hari ibunya meninggal karena Covid-19. Jadi sekarang anaknya jadi yatim piatu. Tentunya kita prihatin dan empati dengan kondisi ini,” ucapnya.

Dikatakan, pemda sedang melaksanakan pendataan anak-anak yang yatim piatu yang terkena dampak Covid-19. “Akan segera kami data dan beri perlakuan khusus. Doakan mudah-mudahan bagi masyarakat lainnya pun bisa bersama-sama untuk hadir menjadi solusi membantu masyarakat yang membutuhkan terutama yang terdampak akibat pandemi Covid-19 ini,” katanya mengungkapkan

Arif, salah satu perwakilan keluarga almarhum menceritakan kronologi almarhumah Karwati yang meninggal akibat Covid-19. Awalnya almarhumah sakit dan menderita sesak nafas. Kemudian dibawa ke dokter dan diagnosa awal, terkena gangguan jantung dan paru-paru. Kemudian di-SWAB Antigen dan hasilnya negatif. “Karena almarhumah kekurangan oksigen, lalu dibawa ke rumah sakit di Sumedang dan dilakukan SWAB PCR hasilnya positif PCR,” ucapnya.

Almarhumah, lanjut dia, sempat dirawat sembilan hari sampai akhirnya meninggal di rumah sakit. Meninggalnya,  Selasa tanggal 3 Agustus 2021 pukul 24.00. Sedangkan suaminya,  40 hari sebelumnya meninggal dunia karena penyakit bawaan. “Sudah lama Hepatitis B hampir setahun lebih. Namun ia negatif Covid-19,” ujar Arif.

Ia menambahkan, kedua anak yang ditinggalkan, sempat menjalani Isolasi mandiri dan sekarang sudah beres dan hasilnya negatif Covid-19. “Alhamdulillah putra-putri almarhumah sehat. Tidak ada gejala apa-apa dan hasil SWAB-nya negatif,” tuturnya.

Atas nama keluarga ia juga menghaturkan terima kasih atas kedatangan bupati beserta jajarannya. “Alhamdulillah terima kasih Pak Bupati atas dukungan dan bantuannya kepada anak almarhum almarhumah yang perjalan hidupnya masih panjang,” ujarnya. (Joe)***