BeritaSumedang.com –Dua warga Dusun Citengah RT 01/RW 02, Desa Citengah, Kec. Sumedang Selatan, terbawa hanyut banjir bandang di Sungai Citengah di Desa Tengah, Kamis (25/3/2021) sekira pukul 17.00. Kedua warga itu, Soleh (60) dan Mamat Rahmat alias Wareng (49).
“Pak Soleh, alhamdulillah sudah ditemukan dalam kondisi selamat dan langsung dilarikan ke RSUD Sumedang. Sementara Pak Wareng, hingga kini pukul 22.00, masih hilang dan terus dilakukan pencarian oleh petugas BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kab. Sumedang,” kata Wakil Ketua BPD (Badan Permusyawaratan Desa) Desa Citengah Kec. Sumedang Selatan M. Sukri (46) ketika dihubungi di Desa Citengah Kec. Sumedang Selatan, Kamis (25/3/2021) malam.
Ia mengatakan, upaya pencarian Wareng hingga pukul 20.00 terus dilakukan oleh petugas BPBD, aparat Kec. Sumedang Selatan, Desa Citengah dan dibantu warga sekitar.
“Walaupun petugas sudah berupaya keras melakukan pencarian, namun hingga pukul 20.00, pencarian masih belum membuahkan hasil. Meski demikian, pencarian masih terus dilakukan,” ujar Sukri.

Menurut dia, kedua warga itu terbawa hanyut, ketika sedang berteduh di sebuah vila yang sedang dibangunnya. Lokasi vila tersebut, dekat pinggir sungai.
Ketika mereka sedang berteduh karena hujan besar, tiba-tiba terjadi banjir bandang di Sungai Citengah hingga keduanya terseret arus hingga hanyut terbawa banjir bandang. “Banjir bandangnya datang secara tiba-tiba ketika hujan besar,” ujar Sukri.
Musibah banjir bandang dari luapan Sungai Citengah itu, kata dia, dipicu hujan deras yang mengguyur wilayah Desa Citengah dan sekitarnya dari pukul 16.00 hingga pukul 18.30. Akibat hujan deras, air sungai meluap hingga menimbulkan banjir bandang yang merendam pesawahan dan kebun warga, termasuk ruas Jalan Citengah,” ucapnya.

Selain banjir bandang, hujan deras pun memicu longsor yang menimbun badan jalan hingga memutus jalan dari daerah Baginda, Citengah hingga perkebunan teh Margawindu.
“Longsornya diperkirakan mencapai 20 titik. Dari mulai Jalan Baginda, Citengah sampai Cisoka. Sampai-sampai 30 pengunjung di tempat wisata Cisoka perkebunan teh Margawindu, tidak bisa pulang karena jalannya tertimbun longsor,” ujarnya. (Hadadi)***







