Bupati Siap yang Pertama Divaksin Covid-19

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir sedang memberikan arahan kepada Satgas Covid-19 Kab. Sumedang untuk upaya percepatan dan penanganan Covid-19 di Kab. Sumedang di Sumedang, belum lama ini. (Hadadi/BeritaSumedang.com)***

SUMEDANG – Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menyatakan siap menjadi yang pertama divaksin Covid-19 di Kab. Sumedang. Kesiapannya itu, untuk memberikan contoh bagi masyarakat bahwa vaksinasi Covid-19 itu aman.

Rencananya, pelaksanaan vaksinasi Covid-19 gelombang pertama di Kab. Sumedang akan dilaksanakan 22 Januari nanti.

“Saya sebagai kepala daerah harus memberikan contoh bagi masyarakat, bahwa saya siap divaksin. Kalau pemimpinnya siap, mudah-mudahan diikuti masyarakat. Upaya ini bisa memberikan penyadaran kepada masyarakat bahwa vaksinasi Covid-19 ini aman. Tentunya harus dibarengi juga dengan berdoa kepada Allah SWT,” ujar Bupati Sumedang Dony Ahmad.Munir di Gedung Negara Pemkab Sumedang, Selasa (5/1/2021).

Menurut dia, meski dirinya siap menjadi yang pertama divaksin, perlu melihat teknisnya terlebih dahulu. Sebab, yang akan divaksin gelombang pertama,

yakni para tenaga kesehatan (nakes) dan tenaga medis (nadis).

“Kalau teknisnya harus nakes dulu, masa saya harus memaksakan diri. Jadi, harus melihat dulu teknisnya bagaimana? Terlebih saya sudah berusaha mendaftar, cuma nggak masuk-masuk. Kalau para nakes, sudah masuk daftar vaksinasi gelombang pertama. Termasuk pak kadis kesehatan,” kata Dony.

Ia menuturkan, dari informasi Dinkes, pelaksanaan vaksinasi tahap pertama di Kab. Sumedang, akan dilaksanakan 22 Januari. Vaksinasi tahap awal akan dilakukan terhadap para nakes dan nadis. Pasalnya, mereka menjadi garda terdepan dalam penanganan dan pengobatan para pasien yang terpapar virus Corona. Bahkan tak dipungkiri, cukup banyak nakes dan nadis yang terpapar Covid-19. Dampaknya, bisa mengganggu pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

“Mudah-mudahan saja, vaksinasi Covid-19 ini bisa secepatnya, terutama bagi para nakes dan nadis,” katanya.

Disinggung sanksi bagi warga yang menolak divaksinasi Covid-19, Dony mengatakan, terkait sanksi akan dikomunikasikan dan dikoordinasikan terlebih dahulu. Terlepas dari itu, pemda akan mengajak masyarakat secara persuasif untuk divaksin agar terhindar dari penyebaran dan penularan Covid-19.

Upaya persuasif itu, dinilai penting karena sekarang banyak berseliweran berbagai informasi dan berita hoax di medsos. Dari informasi itu, seolah-olah vaksin itu berbahaya sehingga efeknya masyarakat enggan divaksin. Padahal, faktanya pelaksanaan vaksinasi belum dilakukan.

“Oleh karena itu, kami mohon bantuan berbagai media mainstream untuk meluruskan berbagai informasi dan berita hoax tersebut. Vaksinasi itu kebutuhan kita semua supaya terhindar dari paparan Covid-19,” ucapnya.

Lebih jauh Bupati Dony menjelaskan, pemerintah tidak akan sembarangan memberikan vaksin. Vaksin Sinovac sudah melalui tahap uji klinis dan mengantongi izin edar dari BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan).

“Jadi, tidak mungkin pemerintah memberikan vaksin yang belum matang (aman-red) kepada masyarakat,” ujarnya. (Hadadi)***