Desember 2021, Tol Cisumdawu Hanya Dioperasikan Dari Cileunyi Sampai Cimalaka

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan bersama Menteri PUPR M.  Basuki Hadimoeljono dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, melihat perkembangan pembangunan Jalan Tol Cisumdawu, Kamis (30/9/2021)" (Joe/"BeritaSumedang.com")***

BeritaSumedang.com – Jalan Tol Cisumdawu (Cileunyi-Sumedang-Dawuan), rencananya akan mulai dioperasikan pada akhir Desember 2021 nanti. Namun, hanya sampai ruas jalan tol di Cimalaka.

“Akhir tahun ini, Cileunyi sampai Cimalaka mulai dioperasikan. Nanti sebelum lebaran tahun 2022, jalan tolnya bisa sampai Ujungjaya-Dawuan. Jadi, ada dua kali pembukaan. Doakan lancar, tidak ada kejadian apa pun, dijauhkan dari bencana dan sebagainya,” kata Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir.

Ia katakan itu, saat mendampingi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri PUPR M. Basuki Hadimoeljono dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat melihat perkembangan pembangunan Jalan Tol Cisumdawu, Kamis (30/9/2021).

Kedatangan rombongan tiga menteri yang didampingi unsur Forkopimda Jawa Barat dan Satker Jalan Tol Cisumdawu, diawali dengan melihat interchange tol Cileunyi.

Selanjutnya, menelusuri jalan tol mulai Cileunyi sampai ke ruas jalan tol di Desa Sirnamulya Kec. Sumedang Utara. Para menteri beserta rombongan, melihat langsung proses pengerjaan jalan.  Hanya saja, para menteri dengan pengamanan ketat, belum bisa diwawancara.

Menurut Bupati Dony, di ruas jalan tol Cisumdawu sepanjang 62 km, terdapat 6 exit tol yang diarahkan ke beberapa tempat wisata. “Di setiap exit tol, kami siapkan destinasi wisata unggulan yang akan menarik para pengguna jalan untuk berkunjung. Nanti, kita siapkan wisatanya sehingga pengunjung bisa berekreasi dengan mudah,” tuturnya.

Dengan beroperasinya jalan tol Cisumdawu, kata dia, dapat mengurangi jumlah kendaraan yang melewati Jalan Cadas Pangeran, terutama yang bermuatan berat. “Sumedang tentunya berkepentingan, pembangunan jalan tol ini segera selesai. Sebab, dengan jalan tol bisa mempercepat aksesibilitas ke Sumedang dan Cadas Pangeran dengan beban yang tidak terlalu berat,” ucap Dony.

Dikatakan, dirinya sangat berharap bisa memanfaatkan semaksimal mungkin rest area tol untuk UMKM Sumedang supaya dapat menggerakan ekonomi warga Sumedang. “Pembangunan projek strategis nasional jalan tol ini, harus betul-betul berdampak positif bagi kesejahteraan masyarakat dan menurunkan angka kemiskinan,” ujarnya.

Ia pun meminta agar dalam pengelolaannya, memanfaatkan tenaga warga lokal, terutama masyarakat yang masuk DTKS (Daftar Terpadu Kesejahteraan Sosial). “Jadi Insya Allah, dalam program strategis ini ada sinergitas antara pemerintah pusat, provinsi, kabupaten beserta bisnis lainnya,” ucap Dony.

Menanggapi hal itu, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR Danang Parikesit menjelaskan, jika melihat progres pembangunan dari beberapa seksi sampai Cimalaka, pengerjaan kontruksinya sudah mencapai 100% sehingga tinggal dioperasikan.

“Tambahan kita untuk bulan Desember itu seksi 1 (Cileunyi-Rancakalong) dan seksi 2 (Rancakalong-Sumedang). Sebab, di kedua seksi itu ada persoalan konstruksi yang harus diselesaikan untuk mengatasi wilayah rawan longsor. Kita harus perkuat betul konstruksinya, supaya jalannya benar-benar berkualitas saat dioperasikan,” ucapnya.

Sementara ruas jalan dari Sumedang ke Dawuan, lanjutnya, masih ada persoalan lahan di seksi 4 (Cimalaka-Legok Paseh) dan 5 (Legok Paseh- Ujungjaya). Oleh karena itu, ia meminta semua pihak khususnya Pemkab Sumedang turut membantu.

“Harapan kita ada percepatan. Dukungan dari pak bupati, bisa mempercepat pengadaan lahan. Kita sudah sepakati, April 2022 nanti, tol Cisumdawu dari Cileunyi sampai ke Dawuan sudah beroperasi, tersambung dengan tol Cipali. Selain itu juga, akan terhubung dengan BIJB (Bandara Internasional Jawa Barat) di Kertajati,” ujar Danang.

Dikatakan, untuk akses ke BIJB masih dalam proses uji layak fungsi, sehingga November 2021 bisa dioperasikan dari Cipali hingga BIJB Kertajati. “Dengan begitu, ketika Lebaran 2022, dari Kota Bandung menuju Kertajati maksimal bisa ditempuh hanya 1,5 jam atau 1,2 jam saja,” kata Danang. (Joe)***