BERITA SUMEDANG – Dalam beberapa hari belakangan ini, cuaca terasa lebih panas dari biasanya. Padahal, Kabupaten Sumedang merupakan daerah pegunungan dengan ketinggian rata-rata di atas 1.200 mdpl (meter di atas permukaan laut).
Akan tetapi, cuaca belakangan ini dirasakan cukup panas dan terasa lebih gerah dari biasanya.
Dilansir dari laman BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) menyebutkan, dalam sepekan ini kondisi suhu udara di Sumedang mencapai sekitar 27-28 derajat celcius.
Bahkan berdasarkan pantauan BeritaSumedang.com di lapangan, sejumlah wilayah Sumedang, seperti Kecamatan Sumedang Selatan, Sumedang Utara dan Wado, kondisi suhu udara terkadang siangnya sangat panas. Namun, mendadak sore hari terjadi hujan deras, sehingga bisa menyebabkan banjir.
Menurut Nova seorang mahasiswi Universitas Sebelas April (Unsap) Sumedang ketika ditemui di kampusnya, Kamis 13 Mei 2022, sejak Sabtu kemarin selepas maghrib suhu udara terasa panas.
“Tidur pun biasanya memakai selimut yang agak tebal, sekarang mah malah malas pakai selimut,” ujarnya.
Fenomena cuaca panas belakangan ini, tidak hanya dirasakan di sejumlah wilayah Sumedang, melainkan juga terjadi di sejumlah kota besar di Indonesia.
Menurut Frida salah seorang karyawan swasta di Bekasi ketika dihubungi melalui Whatsapp, Kamis 13 Mei 2022, “Bekasi sekarang suhu udaranya lebih panas dari biasanya, melihat air, bawaannya kepingin buru-buru mandi. Namun, setelah mandi masih terasa gerah,” tuturnya.
Sementara itu, alasan suhu panas di Indonesia sebenarnya disebabkan perubahan musim penghujan yang akan segera habis dan akan berganti menjadi musim panas.
Dikutip dari laman BMKG, di Indonesia mengalami suhu udara maksimal 36,1 derajat celcius, Menurut Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, suhu panas yang terjadi di wilayah Indonesia bukan fenomena gelombang panas.
“Suhu panas dalam skala variabilitas harian, mengindikasikan sebagian wilayah Indonesia akan mulai memasuki musim kemarau, ” kata Guswanto. (Chandra)***







