Empat Tahun Kepemimpinan Dony – Erwan, Akselerasi Sumedang Simpati Melalui Inovasi dan Kolaborasi

Wakil Bupati Sumedang, H. Erwan Setiawan dalam penyampaiannya, pada kegiatan Evaluasi Kinerja Empat Tahun Kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati, mengenai raihannya pada pembangunan di Kabupaten Sumedang sejak tahun 2018. (Ukie/BeritaSumedang.com)

BERITA SUMEDANG – Kepemimpinan Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir dan Wakil Bupati H. Erwan Setiawan telah memasuki genap empat tahun.

Terhitung, sejak pelantikannya pada 20 September 2018, tahun yang lalu.

Dalam kurun waktu tersebut, berbagai pencapaian kinerja dalam raihannya melalui berbagai inovasi dan kolaborasi.

Sebagaimana, tema peringatan tahun ke-empat kepemimpinan Dony – Erwan yakni “Akselerasi Sumedang Simpati melalui Inovasi dan Kolaborasi”.

Baca juga: Wakil Bupati Sumedang: Kemah Terpadu Jadi Ajang Silaturahmi Anggota Pramuka

Dalam Evaluasi Kinerja Empat Tahun Kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Sumedang, Wabup Sumedang H. Erwan Setiawan mengungkapkan pencapaian kinerjanya.

Dalam hal, keberhasilan pembangunan di Kabupaten Sumedang, yang berlangsung di Aula Tampomas, Sumedang, Rabu, 28 September 2022.

“Kabupaten Sumedang menjadi rujukan nasional dalam transformasi digital,”ungkap Erwan.

Menurutnya, Pemerintahan Daerah dari seluruh Indonesia berdatangan untuk studi komparasi ke Sumedang.

Baca juga: Kendalikan Inflasi, Pemkab Bandung Gelar OPM

Terutama, yang berdampak pada sektor wisata, dan sektor ekonomi riil lainnya seperti pariwisata, perhotelan, restoran, dan UMKM.

Layanan Prima Pendidikan Dasar Dalam Sektor Pendidikan

Lebih lanjut, wabup menuturkan mengenai sektor pendidikan, yang terus melakukan layanan prima pendidikan dasar.

Hal tersebut, melalui peningkatan peserta didik, tenaga kependidikan dan sarana prasarana pendidikan dasar, PAUD, SD, SMP dan sanggar kegiatan belajar.

“Sebagai bentuk perhatian dan terima kasih, guru ngaji. Selain pemberian insentif, juga ada jaminan hari tua dan kematian,” ujarnya.

Adapun insentif tahun ini, menurut Erwan untuk pengalokasiannya Rp. 4,5 miliar, serta untuk jaminan hari tua dan kematian Pemda sudah membayar premi kepesertaannya ke BPJS Ketenagakerjaan.

Bidang Pelayanan Kesehatan

Dalam bidang pelayanan kesehatan, Wabup juga menerangkan angka stunting di Kabupaten Sumedang terus menurun, pada Tahun 2022 ini sudah menjadi 9,12 persen.

“Saat pertama pelantikan kami tahun 2018, angka prevalensi stunting di Kabupaten Sumedang mencapai 32,2 persen sekarang 9,12 persen,” ucapnya.

Selain itu, peningkatan sarana dan prasarana kesehatan, antara lain perbaikan 32 Puskesmas, serta penyediaan 12 ambulans.

“Pelayanan PSC 119 Simpatik Sumedang menangani 100 persen dari jumlah panggilan masuk sebanyak 8.192 kasus sejak tahun 2018 sampai 2022 ini,” ungkap Erwan.

Penurunan Angka Kemiskinan

Selanjutnya, Erwan juga menyebutkan mengenai urusan penurunan angka kemiskinan, tidak hanya dengan memberikan bantuan sosial.

Tetapi, juga melalui perbaikan rutilahu, Rantang Simpati bagi usia lanjut yang hidup seorang diri.

Baca juga: Gedung UMKM dan Industri Kreatif Akan Hadir di Jatinangor

Selain itu, Usaha Ekonomi Produktif (UEP), Kelompok Usaha Bersama (KUBe), dan bantuan alat bantu penyandang disabilitas.

“Investasi banyak masuk ke Sumedang untuk menciptakan lapangan pekerjaan, menggerakkan sektor wisata, crosscutting APBD dengan berbagai kegiatan lain untuk menuntaskan kemiskinan dan lain sebagainnya,” paparnya.

Pelatihan Tenaga Kerja

Wabup juga menambahkan, untuk menurunkan angka pengangguran  Pemda Sumedang telah melakukan pelatihan tenaga kerja.

Pelatihan yang berbasis kebutuhan pasar, juga pelatihan tenaga kerja yang akan bekerja ke luar negeri.

“Kabupaten Sumedang termasuk salah satu dari 20 Kabupaten/Kota yang mendapat program Skill Development Center (SDC) dari Kemenaker,” tambah Erwan.

Meningkatkan UMKM

Menurutnya, Pemda Sumedang terus mendorong UMKM untuk lebih meningkatkan kemampuannya melalui percepatan pendaftaran NIB, PIRT, pelatihan, membuka akses modal dan yang lainnya.

“NIB keperluannya sebagai legalitas formal keabsahan usahanya, bisa mendapatkan pelatihan, mengajukan kredit ke perbankan, mendapatkan kesempatan ikut pengadaan barang dan jasa,” katanya.

Selain itu, Erwan juga menjelaskan kegunaan NIB sebagai persyaratan
masuk ke ekosistem BUMN.

Hingga saat ini, menurut Erwan ada 27. 700 yang memiliki NIB dan bisa menyerap banyak tenaga kerja.

Baca juga: Racikan Jitu! Pelatih Shin Tae Yong Bawa Timnas Indonesia Kalahkan Curacao Untuk Kedua Kalinya

Dengan adanya, pelatihan melalui BLK pada Disnakertrans, para pelaku UMKM juga ke depannya akan mendapatkan kesempatan untuk meningkatkan kompetensinya di UMKM Centre yang sebentar lagi peresmiannya.

“Kita bekerja sama dengan Bimasena Research and Tehchnology membangun UMKM Center di Jatinangor. Rencananya yang akan meresmikannya langsung oleh Menteri BUMN Erick Tohir,” katanya. (Ukie)***