Ini Daftar Nama Korban Meninggal Dunia Ritual Maut di Pantai Payangan, Jember, Jawa Timur

Suasana evakuasi para korban ritual maut di pesisir Pantai Payangan Kabupaten Jember, Jawa Timur, Minggu, 13 Februari 2022 lalu. (Tangkapan layar YouTube.com)***

BERITA SUMEDANG – Ritual maut di pesisir Pantai Payangan Kabupaten Jember, Jawa Timur, Minggu dini hari 13 Februari 2022 lalu, menelan korban jiwa 11 orang anggota rombongan jemaaah Padepokan Tunggal Jati Nusantara.

Para korban ditemukan meninggal dunia akibat terseret ombak ketika menggelar ritual dan meditasi yang berujung maut tersebut. Sementara, 13 korban ditemukan selamat.

Jenazah korban meninggal dunia ditemukan tim SAR gabungan dalam kondisi mengambang di laut.

Berikut ini nama-nama korban yang meninggal dunia saat ritual di pesisir Pantai Payangan Kabupaten Jember, Jawa Timur yang dihimpun BeritaSumedang.com dari berbagai sumber :

1. Ida (usia belum diketahui), warga Tawangalun Kec. Rambipuji.
2. Pinkan (13) warga Tawangalun Kec. Rambipuji
3. Bu Bintang (usia belum diketahui) warga Jalan Kacapiring Gebang Kec. Patrang.
4. Sofi (22) warga Dsn. Botosari Desa Dukuhmencek Kec. Sukorambi.
5. Arisko (21) warga Dsn. Botosari Desa Dukuhmencek Kec. Sukorambi.
6. Febri, (28), warga Bondowoso
7. Musni (55) warga Sempusari Wetan.
8. Syaiful (40) warga Desa Krasak Kec. Ajung.
9. Yuli (30) warga Panti.

Hingga Minggu, 13 Februari 2022 pukul 13.45, nama dua korban meninggal dunia lainnya, belum teridentifikasi.

Adapun para korban meninggal dunia yang sudah teridentifikasi, semuanya warga Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Ritual maut yang menelan korban jiwa 11 orang jemaah Padepokan Tunggal Jati Nusantara, dampak mereka abai terhadap peringatan para petugas penjaga pantai dan kepolisian setempat.

Dilansir BeritaSumedang.com dari Antaranews.com, Kapolsek Ambulu AKP Ma’ruf mengatakan, rombongan jemaah padepokan itu, sebenarnya sudah diingatkan warga sekitar yang juga merangkap sebagai pengelola wisata Bukit Seroja di sebelah utara Pantai Payangan Jember.

Mereka diingatkan agar tidak berada di tepi laut karena cuaca buruk dan air laut sedang pasang. Namun sayangnya, mereka mengabaikan peringatan tersebut hingga tetap melakukan ritual di pinggir pantai.

“Menurut saksi mata, tiba-tiba ada ombak besar menghantam lokasi ritual, sehingga semuanya terseret ombak laut selatan,” tutur Ma’ruf.

Menurut dia, mendengar laporan 24 anggota rombongan padepokan itu terseret ombak besar, Polsek Ambulu dibantu Babinsa Sumberejo, perangkat desa dan SAR lokal, langsung mengevakuasi para korban yajg selamat ke Puskesmas Ambulu untuk mendapatkan penanganan intensif, Minggu , 13 Februari 2022 dini hari sekitar pukul 01.00.

“Pada pukul 02.45 WIB para korban selamat dan meninggal dunia, semuanya dibawa menggunakan ambulans Puskesmas Sabrang dan Strada Bacbone Polsek Ambulu ke Puskesmas Ambulu,” kata Ma’ruf.

Ia mengatakan, tim SAR gabungan terus melakukan pencarian menggunakan perahu dan penyisiran di sekitar Pantai Payangan, sehingga semua korban berhasil ditemukan walaupun jarak dan waktu penemuan korban tidak bersamaan.

“Sopir yang kebetulan mengantar rombongan itu yakni Muhammad Afif warga Desa Kemuningsari Lor, Kecamatan Panti, Kabupaten Jember, kami mintai keterangan karena saat kejadian ia berada di atas dan tidak ikut kegiatan ritual,” ujarnya. (Hadadi)***