Ini Dua Kerawanan Selama Bulan Puasa di Sumedang Hingga Polisi Turun Tangan!

Maraknya ajakan perang sarung antar pemuda hingga berujung tawuran, akhir-akhir ini sedang viral melalui media sosial hingga polisi turun tangan. (Joe/BeritaSumedang.com)

BERITA SUMEDANG – Ada dua kerawanan yang mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) yang terjadi di Kabupaten Sumedang pada bulan Ramadan 1443 H.

Kedua gangguan kamtibmas itu, yakni tradisi perang sarung dan aksi balapan liar.

Maraknya ajakan perang sarung antar pemuda, akhir-akhir ini sedang viral melalui media sosial. Bahkan di beberapa daerah, banyak perang sarung antar pemuda yang berujung tawuran.

Kerawanan itu lah yang membuat kepolisian turun tangan. Seperti halnya  Polsek Jatinangor Polres Sumedang bersama aparat pemerintahan dan warga setempat, langsung menggelar patroli gabungan untuk mencegah terjadinya perang sarung antar pemuda di wilayah Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Sabtu, 9 April 2022.

Ditemui di Mapolres Sumedang, Senin, 11 April 2022, Kasi Humas Polres Sumedang AKP Dedi Juhana menegaskan, patroli gabungan itu, digelar imbas maraknya ajakan perang sarung antar pemuda melalui media sosial.

“Kerawanan perang sarung ini, bisa berpotensi menimbulkan tawuran antar pemuda sehingga dapat mengganggu stabilitas kamtibmas di bulan Ramadan,” ujarnya menandaskan.

Tradisi perang sarung tersebut, lanjut Dedi, sangat berpotensi menimbulkan tawuran antar pemuda seperti yang terjadi di beberapa daerah, akhir-akhir ini. Wilayah Kecamatan Jatinangor, cukup rawan karena berbatasan langsung dengan Kabupaten Bandung.

“Jatinangor juga, merupakan kawasan industri. Ditambah lagi, banyak beberapa tempat keramaian masyarakat serta banyaknya warga pendatang,” ucap Dedi.

Ia menghimbau peran serta masyarakat agar dapat menjaga situasi kamtibmas di wilayahnya masing-masing, untuk mencegah terjadinya perang sarung, terutama di wilayah Jatinangor.

“Saya minta kepada orang tua agar dapat memantau anak-anaknya agar tidak terlibat perang sarung dan kerawanan lainnya yang dapat menimbulkan gangguan kamtibmas khususnya pada bulan Ramadan ini,” katanya.

Dedi menambahkan, kerawanan lainnya di bulan puasa, yakni balapan liar. Selain bisa mengundang kecelakaan lalu lintas, balapan liar juga mengganggu kamtibmas. Apalagi dilakulan bulan puasa, bisa mengganggu kekhusukan ibadah puasa.

Oleh karena itu, untuk mengantisipasi maraknya balapan liar di bulan puasa, Polres Sumedang sebelumnya sudah memasang alat speed bump.

Speed bump  tersebut sudah dipasang di tiga titik, yakni di depan Rumdin Kapolres Sumedang, depan Gedung Negara dan depan Taman Endog Sumedang.

“Ini upaya kami dalam mencegah balapan liar yang berpotensi menyebabkan kecelakaan lalulintas,” ucap Dedi. (Joe)***