Ini Nama-Nama Enam Pejabat Sumedang yang Naik Jabatan Jadi JPT Pratama

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir melantik enam pejabat Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama di Lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang Tahun 2022 di Gedung Negara, Jumat 25 Februari 2022. (Joe/BeritaSumedang.com)

BERITA SUMEDANG – Ini nama-nama
enam  pejabat administrator setingkat eselon 3 yang naik jabatan menjadi Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama setingkat eselon 2.

Keenam pejabat tersebut, antara lain :

1  Sajidin, S. Hut, MT yang sebelumnya menjabat Sekretaris Bappppeda Kabupaten Sumedang menjadi Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sumedang.

2. Drs. Asep Tatang Sujana, M.Si dari Sekretaris Kepala Badan Kesbangpol menjadi Kepala Badan Kesbangpol.

3. Syarif Efendi Badar, S. Sos, M.Si dari Camat Sumedang Selatan menjadi Kepala Satpol PP Kabupaten Sumedang.

4.  Tono Suhartono, SP, MM dari jabatan sebelumnya Camat Buahdua menjadi Kadis Perhubungan.

5. Dr. Dian Sukmara, M.Pd dari Sekretaris Dinas Pendidikan menjadi Kepala Arsip dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Sumedang.

6. Rohana, S.Sos, MSi dari Sekretaris Bappenda menjadi Kepala Bappenda Kabupaten Sumedang.

 

Proses pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama oleh Pemkab Sumedang itu, menggunakan Sistem Manajemen Talenta (Talent Pool). Penerapan sistem itu, yang pertama di Indonesia.

“Semua pegawai, dinilai kinerja dan potensinya. Kemudian hasilnya dimasukkan ke dalam Talent Pool yang menjadi dasar dalam pelaksanaan mutasi dan rotasi.

Oleh karena itu, dalam mengisi JPT Pratama, Kabupaten Sumedang sudah menggunakan skema suksesi, tidak lagi melalui skema seleksi terbuka. Artinya menjadi kabupaten pertama di Indonesia yang melakukannya,” ujar Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir.

Ia katakan itu, disela “Pelantikan dan Pengambilan Sumpah/Janji enam Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di Lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang Tahun 2022” di Gedung Negara, Jumat, 25 Februari 2022 lalu.

Menurut dia, para pejabat yang dilantik tersebut, hasil seleksi dari berbagai aspek, terutama kualifikasi, kompetensi dan kinerja. Hal itu, bagian dari penerapan sistem merit yang ditampung dalam sebuah sistem manajemen kepegawaian yang dikelola BKPSDM.

Dony mengatakan, pengisian JPT Pratama melalui suksesi dilaksanakan dengan menggabungkan dua indikator utama penilaian potensi dan kinerja masing-masing suksesor (talenta). Indikator potensi diperoleh dari hasil uji komptensi, rekam jejak seperti kulaifikais pendidikan, kepangkatan, golongan, jabatan dan pelatihan.

“Sementara untuk indikator kinerja diidentifikasi dari hasil penilaian kinerja, prestasi, penugasan, priklaku, presensi dan kinerja harian,” katanya.

Ia menyebutkan, keenam orang JPT Pratama yang dilantik adalah para Administrator (Eselon III) yang masuk ke dalam Box 9, yakni yang potensi dan kinerjanya tertinggi dari 200 lebih Pejabat Administrator dan Pejabat Fungsional Madya.

“Saya minta semua pejabat yang dilantik agar dapat mengemban tugas dengan sebaik-baiknya dan menjaga amanah yang mulia tersebut dengan sekeras-kerasnya,” ucap Dony. (Joe)***