Ini Penyebab Ritual Berujung Maut di Pantai Payangan, Jember, Jawa Timur!

Suasana proses evakuasi ritual berujung maut di pesisir Pantai Payangan Kabupaten Jember, Jawa Timur, Minggu, 13 Februari 2022 lalu. (Tangkapan layar YouTube.com)***

BERITA SUMEDANG – Ritual berujung maut di pesisir Pantai Payangan Kabupaten Jember, Jawa Timur, Minggu dini hari 13 Februari 2022 lalu, akibat para korban abai terhadap peringatan yang disampaikan petugas penjaga pantai dan kepolisian.

Akibatnya,  11 anggota rombongan jemaaah Padepokan Tunggal Jati Nusantara, ditemukan meninggal dunia akibat terseret ombak ketika menggelar ritual berujung maut tersebut. Sementara, 13 korban ditemukan selamat.

Jenazah korban meninggal dunia ketika  ritual berujung maut itu,  ditemukan tim SAR gabungan dalam kondisi mengambang di laut.

Menurut Kapolsek Ambulu AKP Ma’ruf, rombongan jemaah padepokan itu, sebenarnya sudah diingatkan warga sekitar yang juga merangkap sebagai pengelola wisata Bukit Seroja di sebelah utara Pantai Payangan Jember.
Mereka diingatkan agar tidak berada di tepi laut karena cuaca buruk dan air laut sedang pasang. Namun sayangnya, mereka mengabaikan peringatan tersebut hingga tetap melakukan ritual di pinggir pantai.

“Menurut saksi mata, tiba-tiba ada ombak besar menghantam lokasi ritual, sehingga semuanya terseret ombak laut selatan,” tutur Ma’ruf dikutip BeritaSumedang.com dari Antaranews.com, Minggu, 13 Februari 2022.

Menurut dia, mendengar laporan 24 anggota rombongan padepokan itu terseret ombak besar, Polsek Ambulu dibantu Babinsa Sumberejo, perangkat desa dan SAR lokal, langsung mengevakuasi para korban yang selamat ke Puskesmas Ambulu untuk mendapatkan penanganan intensif, Minggu , 13 Februari 2022 dini hari sekitar pukul 01.00.

“Pada pukul 02.45 WIB para korban selamat dan meninggal dunia, semuanya dibawa menggunakan ambulans Puskesmas Sabrang dan Strada Bacbone Polsek Ambulu ke Puskesmas Ambulu,” kata Ma’ruf.

Ia mengatakan, tim SAR gabungan terus melakukan pencarian menggunakan perahu dan penyisiran di sekitar Pantai Payangan, sehingga semua korban berhasil ditemukan walaupun jarak dan waktu penemuan korban tidak bersamaan.

“Sopir yang kebetulan mengantar rombongan itu yakni Muhammad Afif warga Desa Kemuningsari Lor, Kecamatan Panti, Kabupaten Jember, kami mintai keterangan karena saat kejadian ia berada di atas dan tidak ikut kegiatan ritual,” ujarnya.

Sementara itu, Komandan Tim (Dantim) Basarnas Jember, Jatim, Jatmika di Pantai Payangan Jember, menyebutkan, korban meninggal dunia akibat kecelakaan laut digulung ombak saat ritual meditasi,  sebanyak 11 orang. Jenazah para korban, ditemukan sudah mengambang. Sementara, 13 korban ditemukan selamat.

“Sebelas korban ditemukan sudah meninggal dunia di sekitar perairan Pantai Payangan Jember, dalam kondisi mengambang,” katanya

Ia mengatakan, para korban meninggal dunia, ditemukan tidak jauh dari lokasi para korban terseret ombak. Para korban ada yang ditemukan mengambang di laut maupun di sekitar pantai.

“Semua korban sudah ditemukan, antara lain 13 orang ditemukan dalam kondisi selamat dan 11 orang lagi meninggal dunia. Semuanya dibawa ke puskesmas terdekat,” tutur Jatmika.

Ia menambahkan, rombongan jemaah padepokan Tunggal Jati Nusantara yang dipimpin Hasan bersama rombongan lain, datang secara estafet dari Kecamatan Panti, Patrang, Sukorambi, Sumbersari, Ajung dan Jenggawah sebanyak 24 orang. Termasuk satu orang sopir yang menggunakan minibus Elf dengan Nopol DK-7526-VF.

“Mereka berangkat menuju Pantai Payangan, Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember, Jatim pada Sabtu, 12 Februari 2022 malam,” ujarnya. (Hadadi)***