Innalillahi, Ini Sepuluh Korban Meninggal Dunia Longsor Cimanggung

SUMEDANG – Sehari pascalongsor di Dusun Bojong Kondang RT 3/RW 10, Ds Cihanjuang, Kec. Cimanggung Minggu (10/1/2021) hingga pukul 7.00, sudah ditemukan 10 jenazah korban yang tertimbun longsor.

Dari informasi Kabag Humas dan Protokol Setda Kab. Sumedang, Asep Taufiq, ke-10 korban meninggal antara lain, Kasi Trantibum Kec Cimanggung Suhanda, Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kab. Sumedang Yedi. Selain itu, Danramil Cimanggung Kapten Inf Setyo Pribadi dan Cahyo anggota Basarnas.

Korban lainnya dari warga sekitar, yakni Diding dan Dudung warga Busun Bojong Kondang, Wildan dan Yani warga Dusun Babakan Limus.
Kemudian, Nardianto warga Perum SBG RT 04/RW 14 dan Engkus Kuswara RT 2/ RW 02.

“Petugas yang meninggal dunia, tertimbun longsor susulan. Saat kejadian, para petugas sedang menjalankan tugas tengah mendata warga korban yang hilang tertimbun longsor. Kejadian longsor susulan terjadi Sabtu (9/1/2021) sekira pukul 18.00 atau selepas Magrib,” kata Asep Taufik ketika ditelefon, Minggu (10/1/2021).

Menurut dia, dengan kejadian tersebut, Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir akan meninjau le Posko penanggulangan bencana di Cimanggung. “Setelah itu, akan ke rumah keluarga almarhum pak Suhanda dan Yedi di Sumedang,” katanya.

Dihubungi terpisah, Sekda Kab. Sumedang Herman Suryatman yang semalaman berada di lokasi kejadian mengatakan, hingga Minggu (10/1/2021) pukul 1.25 dini hari, korban yang berhasil ditemukan sebanyak 14 orang. Dari 14 orang itu, 11 orang meninggal dunia dan 3 orang selamat. Proses evakuasi para korban longsor, dilakukan dengan menggunakan alat berat.

“Pencarian korban dihentikan pukul 1.25 dini hari. Lokasi longsoran, sudah dipasang garis polisi. Hari ini, proses pencarian para korban longsor di lanjutkan,” kata Herman.

Dikatakan, para korban meninggal dunia yang ditemukan, sebagian besar para korban longsor susulan, termasuk petugas yang sedang mendata. “Diperkirakan, masih ada para korban yang hilang tertimbun longsor yang masih belum ditemukan. Hari ini, pencarian korban dilanjutkan kembali oleh personel Basarnas, BPBD, PNPB, TNI/Polri dan Satpol PP,” ucapnya.

Ia menyebutkan, warga yang selamat dan yang berada di lokasi rawan longsor semalam sudah diungsikan ke sekolah dan masjid yang aman dan jauh dari lokasi kejadian.
“Semalam, kami juga sudah mendirikan dapur umum. Kami.mengimbau masyarakat untuk tetap waspada,” tuturnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, selain 11 orang korban yang berhasil ditemukan akibat longsor susulan, masih ada 12 orang warga Dusun Bojong Kondang RT 3/RW 10, Ds Cihanjuang, Kec. Cimanggung yang diduga masih hilang tertimbun longsor Sabtu (9/1/2021) sekira pukul 16.00 WIB.

Dari informasi yang didapat, warga yang hilang merupakan penghuni 14 rumah yang tertimbun longsor hingga kondisinya rusak berat.
Bencana longsor yang menerjang daerah itu, imbas hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak pukul 15.30.

Dampak hujan besar, tebing setinggi sekitar 15 meter dengan panjang 40 meter, akhirnya longsor hingga menimpa rumah warga.
Dengan kejadian itu, BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kab. Sumedang bersama Basarnas, TNI/Polri dan Satpol PP, hingga kini masih bahu membahu melakukan pencarian warga yang hilang yang diduga tertimbun longsoran tanah. Kebutuhan yang mendesak saat ini, yakni alat berat untuk membersihkan longsoran tanah yang menimbun rumah warga.

 

Menurut salah seorang tokoh pemuda warga setempat, Totoh Gojali mengatakan, diduga ada belasan warga tertimpa reruntuhan longsor. Namun, belum dipastikan meninggal dunia atau tidak. Hingga kini, BPBD Kab. Sumedang dan tim Basarnas masih melakukan warga yang hilang.
Bencana alam itu, kata dia, terjadi sekitar pukul 15.30 selepas Azan Ashar. Ada suara gemuruh disertai longsoran tanah. Longsor langsung menimpa bangunan rumah warga. “Sekira pukul 19.45, terjadi longsor susulan ketika petugas sedang melakukan pencarian,” katanya. (Hadadi)***