SUMEDANG – Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menegaskan terkait peristiwa longsor di Dusun Bojong Kondang, Ds. Cihanjuang, Kec. Cimanggung, harus menjadi pelajaran bagi semua pihak, terutama bagi para pengembang perumahan.
“Kedepan, dalam membangun perumahan harus memperhatikan aspek lingkungan. Eco living atau hunian perumahan yang ramah lingkungan, harus dijaga dan dipraktekan dalam membangun perumahan di Kab. Sumedang,” tutur Dony pada “Penyerahan Fasos dan Fasum Perumahan” di Cluster Panorama Land, Komplek Panorama Jatinangor di wilayah Kec. Tanjungsari, Selasa (12/1/2021) .
Menurut dia, Pemkab Sumedang sudah memberikan surat kepada para pengembang untuk mengantisipasi bahaya banjir dan longsor di perumahan pada musim hujan saat ini. Pengembang harus mengecek kondisi perumahannya.
“Bagaimana drainasenya, theraseringnya, bentengnya dan yang lainnya. Dengan begitu, bahaya bencana alam longsor dan banjir bisa diantisipasi, terutama perumahan yang ada di lereng-lereng bukit,” ujar Dony.
Lebih jauh ia menjelaskan, dirinya tahun kemarin sudah menegaskan dan menekankan kepada DPMPTSP (Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan terpadu Satu Pintu) serta dan dinas terkait, dilarang memberikan izin pembangunan perumahan yang kemiringan tanahnya di atas 20%. Aturan itu mesti dipatuhi oleh pengembang dan masyarakat.
Akan tetapi, sayangnya masih ada yang berupaya menyiasati aturan. Contoh konkret, mengeluarkan izin setelah tanahnya direkayasa dulu. Padahal, kemiringannya di atas 20%. Untuk bisa mendapatkan izin, tanahnya di-cut and fill supaya kemiringannya menjadi 20%. Aturannya, untuk mengukur kemiringan tanah, harus dari awal tanah dibangun.
“Saya menemukan tindakan negatif seperti itu. Aturan sudah ok, tapi substansi tidak. Jadi, tidak boleh lagi ada tindakan seperti itu. Saya sudah memanggil DPMPTSP. Kalau aturan dipatuhi, bisa menyelamatkan jiwa kita semua. Bagi masyarakat pun harus diedukasi, jangan membangun rumah di tempat rawan longsor,” ucapnya.
Bupati Dony menambahkan, untuk mengantisipasi banjir dan longsor, setiap daerah lereng gunung ke depan harus direboisasi dengan tanaman keras. Selain itu, theraseringnya harus diperbaiki sehingga bahaya longsor dan banjir bisa dicegah.
“Terkait dengan longsor di Cimanggung, saya fokus merelokasi warga dari tempat rawan longsor ke tempat yang aman. Bagi warga yang terkena dampak juga, harus dievakuasi dengan baik,” ucapnya (Hadadi)***







