SUMEDANG – Hingga pukul 23.45, dua orang yang ditemukan dalam pencarian korban longsor Cimanggung, salah seorangnya Kasi Trantib Kec. Cimanggung, Suhanda dalam kondisi meninggal dunia tertimbun longsor.
Dikabarkan, seorang lagi anggota Polsek Cimanggung Ipda Dani ditemukan setengah badannya tertimbun reruntuhan material longsor.
“Betul, Pak Kasi Trantib Cimanggung Suhanda, ditemukan meninggal dunia tertimbun longsor. Kalau anggota Babinsa Polsek Cimanggung belum tahu kondisinya seperti apa,” kata Kasatpol PP Kab. Sumedang Bambang Rianto ketika dihubungi melalui telefon Sabtu (9/1/2021) tengah malam pukul 23.45.
Dari informasi yang dihimpun di lapangan, sejumlah wartawan yamg meliput kejadian, terkena luka-luka ketika terjadi longsor susulan. Seperti halnya reporter Metro TV Husni Nusyaf dan reporter TVRI Doni Irwandi.
Hingga pukul 23.50, terjadi longsor susulan yang kedua. “Tuh..tuh..longsor lagi. Punteun (maaf) kang, tutup dulu telefonnya, ada longsor susulan lagi,” kata wartawan Radio Elshinta Endang yang masih berada di lokasi kejadian dalam suasana panik.
Sebelumnya, Camat Cimanggung Dikdik Syeh Rizki ketika dihubungi melalui telefon mengatakan, perkembangan terakhir ini, ada 2 orang berusia dewasa yang sudah ditemukan tertimbun longsoran tanah.
“Mohon maaf, untuk sementara informasi terakhir seperti itu. Saya masih melakukan pencarian,” ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, selain dua orang korban yang berhasil ditemukan, masih ada 12 orang warga Dusun Bojong Kondang RT 3/RW 10, Ds Cihanjuang, Kec. Cimanggung yang diduga masih hilang tertimbun longsor Sabtu (9/1/2021) sekira pukul 16.00 WIB.
Dari informasi yang didapat, warga yang hilang merupakan penghuni 14 rumah yang tertimbun longsor hingga kondisinya rusak berat.
Bencana longsor yang menerjang daerah itu, imbas hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak pukul 15.30.
Dampak hujan besar, tebing setinggi sekitar 15 meter dengan panjang 40 meter, akhirnya longsor hingga menimpa rumah warga.
Dengan kejadian itu, BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kab. Sumedang bersama Basarnas, TNI/Polri dan Satpol PP, hingga kini masih bahu membahu melakukan pencarian warga yang hilang yang diduga tertimbun longsoran tanah. Kebutuhan yang mendesak saat ini, yakni alat berat untuk membersihkan longsoran tanah yang menimbun rumah warga.
Menurut salah seorang tokoh pemuda warga setempat, Totoh Gojali mengatakan, diduga ada belasan warga tertimpa reruntuhan longsor. Namun, belum dipastikan meninggal dunia atau tidak. Hingga kini, BPBD Kab. Sumedang dan tim Basarnas masih melakukan warga yang hilang.
Bencana alam itu, kata dia, terjadi sekitar pukul 15.30 selepas Azan Ashar. Ada suara gemuruh disertai longsoran tanah. Longsor langsung menimpa bangunan rumah warga. “Sekira pukul 19.45, terjadi longsor susulan ketika petugas sedang melakukan pencarian,” katanya. (Hadadi)***







