
BERITA SUMEDANG – Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) tahun ini meluluskan 2.067 orang wisudawan.
Jumlah itu, terdiri atas lulusan Program Doktor Ilmu Pemerintahan (S3) sebanyak 37 orang, Program Magister Ilmu Pemerintahan (S2) 38 orang dan Program Sarjana Terapan Ilmu Pemerintahan 1.992 orang.
“Ini merupakan tahun ketiga acara wisuda digelar tanpa mengundang orang tua maupun keluarga wisudawan. Ini dilakukan karena situasi masih dalam kondisi pandemi Covid-19,” kata Rektor IPDN Hadi Prabowo.
Ia katakan itu, pada “Wisuda IPDN tahun 2022” di kampus IPDN Jatinangor, Sumedang, Kamis, 28 Juli 2022.
Baca juga:Lulusan IPDN Dapat Beasiswa LPDP Sekolah Luar Negeri ,Tito Karnavian: Bisa Ubah Mindset 4 Juta ASN
Ia menyebutkan, lulusan terbaik Program Doktor (S3) Ilmu Pemerintahan IPDN diraih Dr. H. Sattar Taba, S.E., M.IP dengan IPK 3,83.
Sedangkan lulusan terbaik Program Magister (S2) Ilmu Pemerintahan diraih Yasinta Dwi Lestari, S.STP., M.Tr.IP dengan IPK 3,83.
“Program Sarjana Terapan (D-IV) Ilmu Pemerintahan diraih M.Isyraqi Aufar Suseso, S.Tr.IP asal pendaftaran Provinsi D.I. Yogyakarta sebagai lulusan terbaik IPDN dengan IPK 3,916 serta berhak menerima penghargaan Kartika Astha Brata,” tuturnya.
Baca juga: Menohok! Hak Jawab Ridwan Kamil Atas Tudingan Ngemis Donasi Bangun Masjid
Dikatakan, selain lulusan terbaik dari program doktor dan magister, program sarjana terapan pun menghasilkan 10 lulusan terbaik.
Ke-10 lulusan terbaik itu antara lain, M. Isyraqi Aufar Suseso, S.Tr.IP asal pendaftaran Provinsi D.I. Yogyakarta sebagai lulusan terbaik IPDN dengan IPK 3,916,
Adelia Amanda S.Tr.IP asal pendaftaran Provinsi Jawa Timur dengan IPK 3,915,
Baca juga: Keren, Atlet Cantik Sumedang Borong Dua Medali Emas Balap Sepeda Bergengsi, Siapa Dia?
Rasidin, S.Tr.IP asal pendaftaran Provinsi Sulawesi Tenggara dengan IPK 3,910,
Ursula Flavia Da Costa S.Tr.IP asal pendaftaran Provinsi Nusa Tenggara Timur dengan IPK 3,892,
A. Nur Chofifah S.Tr.IP asal pendaftaran Provinsi Sulawesi Selatan dengan IPK 3,883,
Nadia Eunike Sasananaung S.Tr.IP asal pendaftaran Provinsi Sulawesi Utara dengan IPK 3,875,
Brigita Vivian Melinda S.Tr.IP asal pendaftaran Provinsi Jawa Tengah dengan IPK 3,852,
I Putu Adhi Suryanata S.Tr.IP asal pendaftaran Provinsi Bali dengan IPK 3,845,
Mila Dewanti S.Tr.IP asal pendaftaran Provinsi Jawa Tengah dengan IPK 3,840,
Muhammad Farkhan Fadhlurokhman S.Tr.IP asal pendaftaran Provinsi Jawa Tengah dengan IPK 3,807.
Baca juga: Minta Pertanggungjawaban! Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir Akan Geruduk Kantor Google
Sementara itu, Mendagri Muhammad Tito Karnavian mengatakan, Kemendagri merasa bahagia karena IPDN berada dalam pembinaan dan dalam struktrur Kemendagri sehingga keberhasilan IPDN merupakan keberhasilan Kemendagri juga.
“Ini pun menjadi kebahagian pemerintah dan seluruh masyarakat karena lahirnya para ilmuwan di bidang ilmu pemerintahan yang dapat bermanfaat bagi jalannya pemerintahan kita dan pembangunan bangsa Indonesia,” tuturnya,
Hari ini, lanjut Tito, babak akhir dari sekolah. Akan tetapi, menjadi babak awal untuk menuju kehidupan menjadi seorang ASN yakni kehidupan panjang yang akan dijalani.
“Ada satu pepatah Inggris, A journey of a thousand miles must begin with a single step, artinya sepanjang apapun perjalanannya pasti selalu diawali dengan langkah pertama. Untuk itu siapkan diri untuk menghadapi kehidupan yang panjang itu,” ucap Mendagri Tito. (Aje)***







