MASIH dalam suatu acara di aula kantor Kecamatan Cisarua yang dipimpin langsung Wakil Bupati Sumedang Erwan Setiawan, belum lama ini.
Selesai acara, para tamu undangan penting, semuanya diberi oleh-oleh kue pancong.
Karena “BS.com” agak heran dan penasaran, sehingga memicu untuk menelisik kue pancong tersebut.
Setelah bertanya-tanya sekaligus mengumpulkan bahan keterangan, hasilnya mengerucut pada kesimpulan bahwa kue pancong itu kudapan khas daerah Cisarua.
Jadi, itu sebabnya kenapa para tamu pada acara itu semuanya mendapatkan oleh-oleh kue pancong.
Dari tekstur, bahan, bentuk dan rasanya, kue pancong mirip dengan kue balok. Bedanya, dari cetakan.
Kalau cetakan kue pancong kecil seperti cetakan bandros khas Bandung. Sedangkan kue balok, cetakannya lebih besar.
Rasanya sama-sama manis, empuk dan lezat. Apalagi menyantap masih panas atau hangat sambil menyeruput teh tawar panas. Dijamin, nikmat!
Baca juga: Hubungannya Apa Sih! Tahu Sumedang dengan Tahu Bungkeng? Ini Ulasannya
“Bahan dan rasa kue pancong, hampir sama dengan kue balok,” ucap Camat Cisarua E. Yulia di ruang kerjanya, belum lama ini.
Asal-usul nama kue pancong
Kenapa namanya kue pancong? karena cara mengambil kue dari loyang dengan cara dipancong.
Menurut dia, kue pancong dari dulu sudah menjadi kudapan khas Cisarua Berawal dari cemilan biasa masyarakat Cisarua termasuk untuk hidangan para tamu terutama pada lebaran Idul Fitri.
“Produksi kue pancong terus berkembang hingga menjadi bisnis kuliner para pedagang dari Cisarua.
Mereka berjualan kue pancong di luar kota, bahkan kota-kota besar, seperti Jakarta, Depok, Bogor, Bekasi, dll. Wal hasil, kue pancong khas Cisarua terkenal kemana-mana, se-Indonesia.
Baca juga: Wow, Ternyata Kulit Petai Banyak Manfaatnya, Nomor 1 Disenangi Laki-Laki!
“Memang mayoritas masyarakat Cisarua, selain petani padi, juga sebagai pedagang di luar kota. Ada dua jenis yang didagangkan, kue pancong dan warung mie rebus.
Jadi, para pedagang lah yang memperkenalkan kue pancong khas Cisarua hingga terkenal kemana-mana” tuturnya.
Penjualan kue pancong, lanjut Yulia, kini sudah berkembang dan merambah ke kota-kota besar se-Indonesia.
“Saya jamin, kalau ada orang yang jualan kue pancong di Bandung atau Jakarta, pasti orang Cisarua. Sok gera taros ! (coba tanya saja),” ujarnya.
Baca juga: Ternyata! Beragam Manfaat Melinjo Bagi Kesehatan, Ini Khasiatnya
Kelebihan kue pancong
Beberapa kelebihan kue pancong dari kue lainnya, rasanya manis, lezat, teksturnya empuk, harganya murah dan mengenyangkan. Bahkan tidak bakalan sakit perut, karena tanpa bahan pengawet.
“Kue pancong ini jadi cemilan para mahasiswa dari Jatinangor juga. Mengenyangkan dan juga murmer,” tutur Yulia.
Ia menyebutkan, produksi kue pancong, umumnya produksi warga di Desa Cipandanwangi dan Ciuyah. Ada beberapa warung atau kios yang khusus menjual kue pancong.
“Supaya kue pancong ini terus laku dan laris manis, harapan saya terus dikembangkan. Misalnya, dijual di rest area jalan tol.Cisumdawu.
Baca juga: Wow, Sang Diva! KD Sangat Doyan Ubi Cilembu
Apalagi kalau di exit tol Cimalaka dipasang semacam billboard Misalnya, bertuliskan “Anda memasuki kawasan kue pancong Cisarua’.
Upaya lainnya, dipromosikan dan dijual kepada para tamu se-Indonesia yang studi banding ke Sumedang.
“Mudah-mudahan ke depannya juga, jadi menu tetap hidangan para tamu penting pak bupati,” katanya.
Salah seorang pedagang kue pancong “Warung Kue Pancong ARDS” di Dusun Awiluar, Desa Ciuyah, Anggi (23), bersyukur cukup banyak pembeli kue pancong di tempatnya alias laris manis.
Kue pancong tersebut langsung produksi bahkan bisa menyantapnya dadakan masih panas dari loyang. Enak juga memakannya hangat-hangat.
Baca juga: Wow! Sumedang Punya Taman Bunga di Jatinangor
“Harga satu loyangnya Rp 4.000. Ada 5 varian, yakni original, toping strawberry, blueberry, keju dan coklat. Tergantung selera pembeli,” tuturnya.
UMKM
Ia mengatakan, memang produksi dan penjualan kue pancong di Desa Ciuyah sudah dari dulu. Ada beberapa warga yang sengaja membuka warung kue pancong. “Termasuk kakak saya, sudah lama berjualan kue pancong,” tuturnya.

Menanggapi hal itu, Kepala Desa Ciuyah, Suharja menuturkan, kudapan kue pancong di desanya menjadi salah satu UMKM andalan masyarakatnya, selain budidaya ikan koi. Bahkan kue pancong menjadi penganan khas Cisarua, khususnya di Desa Ciuyah.
“Banyak juga konsumennya. Apalagi kalau Minggu pagi, banyak orang bersepeda sengaja istirahat dengan menyantap kue pancong dan teh manis.
Baca juga: Terungkap! Manfaat Bunga Anggrek Bagi Kesehatan, Ini Khasiatnya
UMKM kue pancong warga di sini, memang harus terus dikembangkan guna mengangkat perekonomian dan kesejahteraan masyarakat,” ucapnya.
So, tunggu apa lagi! Segera nikmati dan cicipi kue pancong Cisarua dengan segelas teh manis dan teh hangat. Pasti ketagihan. (Adang Jukardi)***







