Hubungannya Apa Sih! Tahu Sumedang dengan Tahu Bungkeng? Ini Ulasannya

Sejarah dan legenda terkenalnya tahu sumedang, tak lepas dari usaha tahu bungkeng, seperti di restoran tahu bungkeng di Jalan.Mayor Abdurachman Sumedang, beberapa waktu lalu. (Joe/BeritaSumedang.com).

BERITA SUMEDANG– Sejarah dan legenda tahu sumedang,  tak lepas dari  usaha  resto tahu bungkeng Sumedang  yang masih eksis hingga saat ini.

Pasalnya, cikal bakal terkenalnya tahu sumedang, berawal dari kios tahu bungkeng di Jalan Sebelas April Sumedang. Begini awal ceritanya.

Menurut salah seorang cucu Ong Bun Keng, Suryadi ketika ditemui di pusat produksi “Tahu Bungkeng” di Jalan Sebelas April No. 53 Sumedang beberapa waktu lalu, terkenalnya “Tahu Bungkeng” berawal ketika Ong Bun Keng datang ke Sumedang tahun 1917 silam

Saat itu, kakeknya mencoba memproduksi tahu. Karena masih coba-coba, sehingga tahu yang diproduksinya sedikit. “Apalagi kala itu orang sunda belum suka makan tahu buatan etnis Tionghoa,” kata Suryadi.

Penjualan tahu mulai berkembang, kata dia, saat masa pemerintahan Pangeran Mekkah. Itu berawal, ketika Pangeran Mekkah hendak berkunjung ke Situraja memakai keretek (delman-red).

Dalam perjalannnya, pangeran melintas di depan tokonya di daerah Tegalkalong karena mencium aroma lezat dari penggorengan tahu. Lalu, Pangeran Mekkah berhenti dan mencicipi tahu buatan Ong Bun Keng. Setelah itu, Pangeran Mekkah berkata, “Ngenah tahu teh, pasti bakal payu” (tahunya enak, pasti akan laku).

Wallohualam bisawab, sejak saat itu lah penjualan tahu sumedang terutama “Tahu Bungkeng” berangsur-angsur laku hingga mencapai puncaknya booming atau laris manis. Sejak saat itu, tahu sumedang dengan kelezatan rasanya, terkenal kemana-mana.

Seiring berjalannya waktu, tahu sumedang kini menjadi ciri khas atau ikon kuliner Kabupaten Sumedang. Keterkenalannya, sejajar dengan dodol garut.

“Saya tidak menyangka, tahu Bungkeng bisa sebesar (seterkenal) ini. Yang saya tahu, tahu sumedang mulai ramai dan penjualannya laku keras hingga terkenal kemana-mana mulai tahun 1990. Waktu itu, tahu bungkeng pun ikut laris manis. Sejak saat itu lah, tahu menjadi ciri khas makanan Sumedang yang sangat terkenal, seperti halnya dodol garut,” tutur Suryadi. (Joe/BeritaSumedang.com)***