Lezat Pisan, Tahu Sumedang Jamuan Khas Peserta MTQ Jabar ke-37

Para peserta MTQ ke-37 Jawa Barat yang tiba di Asrama Haji Sumedang untuk melakukan registrasi, disuguhi makanan khas Sumedang yakni tahu dan lontong sebagai jamuan selamat datang (welcome drink), Sabtu, 18 Juni 2022.(Joe/BeritaSumedang.com).
Para peserta MTQ ke-37 Jawa Barat yang tiba di Asrama Haji Sumedang untuk melakukan registrasi, disuguhi makanan khas Sumedang yakni tahu dan lontong sebagai jamuan selamat datang (welcome drink), Sabtu, 18 Juni 2022.(Joe/BeritaSumedang.com).

BERITA SUMEDANG – Para peserta Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-37 Tingkat Provinsi Jawa Barat tahun 2022 di Kabupaten Sumedang yang tiba di Asrama Haji Sumedang untuk registrasi, disuguhi  makanan khas Sumedang yakni tahu dan lontong.

Jamuan khas tahu sumedang dan lontong itu, sebagai jamuan selamat datang (welcome drink) kepada para peserta MTQ Jabar  ke-37, Sabtu, 18 Juni 2022.

Selain tahu sumedang dan lontong, disajikan pula makanan tradisional lainnya, berupa umbi-umbian yang direbus seperti ubi, singkong kacang tanah, pisang rebus, dll.

Para tamu tampak sangat menikmati menu tradisional yang disuguhkan. Bahkan beberapa di antaranya, meminta tambahan makanan untuk dibawa dan dimakan di penginapan.

Dadang (52), salah seorang ofisial Kafilah MTQ dari Kabupaten Bandung marasa senang jamuan menu tradisional khas Sumedang tersebut.

“Saya sangat menikmati menu yang disajikan, utamanya tahu sumedang yang terkenal. Semua dikemas unik dan rasanya sangat lezat,” tuturnya sambil menikmati jamuan.

Menanggapi hal itu, Kabag Prokopim Setda Kabupaten Sumedang M Yusup Sahrulloh selaku panitia lokal MTQ Jabar mengatakan, pihaknya sengaja menyajikan makanan khas Sumedang yang sudah terkenal yakni tahu Sumedang.

“Ditambah makanan tradisional lainnya yang tentunya sehat, tanpa pengawet dan pewarna, seperti ubi dan singkong rebus,” katanya

Panitia juga, lanjut dia, sudah mengimbau kepada hotel dan penginapan tempat para kafilah MTQ menginap, untuk turut menyajikan menu tradisional khas Sumedang dalam jamuan para tamunya.

“Ada yang menyajikannya di loby saat para kafilah datang. Ada juga yang dikirim ke kamar masing-masing. Menunya macam-macam,” kata Yusup.

Ia mengatakan, guna mencegah terjadinya keracunan makanan akibat kebersihan kurang terjaga, panitia juga melakukan pemeriksaan kesehatan pangan.

“Inspeksi kesehatan pangan dimaksudkan untuk menjamin para peserta MTQ tetap sehat selama mengikuti kegiatan musabaqah,” ujarnya.

Inspeksi makanan dilakukan terhadap para pengelola makanan seperti katering, hotel-hotel dan tempat para peserta menginap.

“Selain itu juga, dilakukan pengambilan sampel makanan untuk mengetahui kemungkinan bahan-bahan yang bisa menimbulkan keracunan makanan,” ucapnya. (Joe)***