
BERITA SUMEDANG – Juru bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19, Ahmad Yurianto meninggal dunia pada pukul 18.58 WIB, di Malang, Sabtu, 21 Mei 2022.
Sebelumnya, Ahmad Yurianto di rawat di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, akibat kanker usus dan sempat menjalani kemoterapi, namun beliau memutuskan untuk kembali ke kota kelahirannya, di Malang.
Seperti dilansir beritasumedang.com dari Antaranews.com, Kepala Biro Humas Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Widyawati mengatakan,“Innalillahi wa innailaihi rojiun, telah berpulang ke Rahmatullah, dr.Ahmad Yurianto di RSUD Syaiful Anwar Malang.”Ujarnya.
Yurianto lahir di Malang, 11 Maret 1962, ia merupakan lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga angkatan 1990, beliau pernah menjabat Perwira Utama Kesehatan Daerah Militer V Brawijaya.
Karirnya mulai meningkat sejak beliau menjabat Kepala Rumah Sakit Tingkat II Dustira di Cimahi, Jawa Barat, tahun 2006.
Kemudian, pada tahun 2008 beliau menjabat Wakil Kepala Kesehatan Daerah Militer IV Diponegoro Semarang.
Hingga menjadi Kepala Kesehatan Daerah Militer XI Pattimura Ambon Maluku dan pada tahun 2011 sebagai Kepala Dinas Dukungan Kesehatan Operasi Pusat Kesehatan Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Nama yurianto dikenal pada awal pandemi COVID-19, setelah secara resmi ditunjuk langsung oleh Presiden Jokowi sebagai juru bicara Pemerintah, pada 3 Maret 2020.
Yang sebelumnya, menjabat sebagai Sekretaris Dirjen P2P (Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit) Kementerian Kesehatan, beliau mulai sering muncul dilayar kaca untuk menginformasikan perkembangan COVID-19 di Tanah air.
Pada 21 Juli 2021, Jabatan Yurianto sebagai Juru Bicara Pemerintah berakhir setelah Presiden Joko Widodo membubarkan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 hingga menggantinya dengan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19.
Lalu, ditunjuk sebagai Ketua Dewan Pengawas BPJS Kesehatan oleh Presiden Jokowi pada 22 Februari 2021.
Almarhum Ahmad Yurianto meninggal tepat di usia 60, jenazahnya dikebumikan di rumah duka Jalan Ir Soekarno, Kota Batu, Malang, Jawa Timur.
Pria yang akrab disapa Yuri, seringkali terlihat memakai baju batik. Kenangan yang akrab pada saat beliau mengatakan masker batik yang dipakainya adalah hasil karya sang Istri tercinta.
“Iya, di rumah kan Ibu (istri saya) senang jahit-menjahit. Ya udah bikin masker (batik) aja deh,” ujar Yuri sambil tertawa. (Chandra)***
Sumber : Antaranews.com







