
BERITA SUMEDANG – Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo mengaku prihatin karena setiap akan menghadapi hari-hari besar, acapkali didahului oleh dinamika kenaikan harga pangan.
Seperti halnya harga cabai yang melonjak menjelang Hari Raya Idul Adha.
“Harga cabai yang melonjak menjelang Idul Adha ini, menjadi keprihatinan. Menjelang hari besar, selalu terjadi dinamika harga pangan,” ujarnya.
Ia katakan itu, pada kunjungan kerja dalam rangka “Monitoring Ketersediaan Pasokan Cabai di Sentra-Sentra Produksi Cabai di Seluruh Kabupaten/Kota di Indonesia menjelang Idul Adha 2022”.
Kunjungan kerja, sekaligus panen cabai bersama Kelompok Tani Mukti di Desa Sukawangi Kecamatan Pamulihan, Sabtu, 2 Juli 2022.
Menurut Syahrul, kenaikan harga cabai akhir- akhir ini, selain dipicu tingginya permintaan pasar pascapandemi Covid-19, juga dipicu cuaca ekstrem dan menjelang Idul Adha 1443 Hijriah.
Dikatakan, kenaikan cabai yang signifikan, di satu sisi berkah bagi para petani. Disisi lain, memberatkan konsumen.
Para petani sangat menikmati melambungnya harga cabai. Tinggal menjaga konsumennya, supaya harganya juga stabil.
“Tentunya, tugas Kementan itu ketersediaan dan produktivitas. Untuk stabilisasi harga, kementerian lain harus bisa bersama-sama menjaga itu,” ujarnya
Lebih jauh Syahrul menjelaskan, jika dilihat dari produktivitas dan ketersediaan cabai di sentra produksi cabai di beberapa daerah, seperti Brebes, Aceh, Sumatera Barat, Sulawesi dan Jawa Barat, dinilai sudah mencukupi untuk memenuhi kebutuhan nasional.
“Akan tetapi, persoalannya pada konektivitas logistik dari sentra produksi ke pasar- pasar antar daerah,” tuturnya.
Untuk mengatasi hal itu, sambung dia, Kementan terus berupaya melakukan mobilisasi dari beberapa daerah surplus cabai ke beberapa daerah yang defisit cabai.
“Alhamdulillah, hasil produksi di Sumedang ini saya kira cukup untuk mengiintervensi beberapa daerah yang defisit,” ucap Syahrul. (Aje)***







