SUMEDANG-Pemkab Sumedang kembali menghibahkan aplikasi e-Office dan e-SAKIP kepada pemerintah kabupaten/kota. Setelah sebelumnya menghibahkan kepada Kab. Pangandaran dan Kab. Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah, kali ini Pemkab Sumedang menghibahkan aplikasi serupa kepada Pemkot Sukabumi. Hibah dua aplikasi kepada Pemkot Sukabumi itu, merupakan kali ketiga.
Hibah e-Office dan e-SAKIP kepada Kota Sukabumi, diserahkan secara resmi oleh Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir yang diterima langsung Walikota Sukabumi Achmad Fahmi.
“Kami mohon hibah aplikasi e-Office dan e-SAKIP ini, karena kinerja pemerintahan dan pembangunan di Kab. Sumedang mengalami kenaikan signifikan. Mudah-mudahan melalui hibah dua aplikasi dari Kab. Sumedang ini, kami mampu mendongkrak percepatan pembangunan di Kota Sukabumi melalui perubahan mentalitas dan budaya di kalangan aparatur,” tutur Walikota Sukabumi Achmad Fahmi usai “Kunjungan kerja Walikota Sukabumi sekaligus Hibah Aplikasi e-Office” di Gedung Negara Pemkab Sumedang, Rabu (23/12/2020).
Menurut dia, di Kab. Sumedang kini terjadi kenaikan kinerja yang signifikan, baik pemerintahannya maupun pembangunannya. Kenaikan kinerja itu, berawal dari perubahan di dalam internal pemerintahannya, yakni perubahan prilaku dan budaya para ASN (Aparatur Sipil Negara). Setelah ditelusuri, ternyata kenaikan kinerja itu sehubungan Kab. Sumedang mempunyai aplikasi e-office. Aplikasi ini mampu mempercepat dan merubah budaya kerja yang selama ini ada di kalangan ASN ke arah yang lebih baik lagi.
“Perkembangan Kab. Sumedang sangat bagus. Dulu sewaktu saya masih wakil walikota sempat ke Sumedang. Sekarang ke sini lagi, banyak kemajuan dan perkembangan pesat sejak kepemimpinan pak Dony sebagai bupati,” tutur Achmad.
Ia mengatakan, Pemkot Sukabumi tak merasa sudah puas dengan kondisi pemerintahan dan pembangunan sekarang ini. Pihaknya mempunyai harapan dan mimpi besar untuk menjadikan Kota Sukabumi yang lebih maju dan berkembang lagi. “Mudah-mudahan, hibah e-Office dari pak bupati Sumedang ini mampu mempercepat pembangunan, khususnya mentalitas birokrasi di Kota Sukabumi,” ujarnya.
Menanggapi hal itu, Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menuturkan, mudah-mudahan hibah e-Office dan e-SAKIP bisa bermanfaat untuk kemajuan pemerintahan dan pembangunan di Kota Sukabumi. Sebab memang, dua aplikasi tersebut bisa merubah budaya kerja, mempercepat serta mempermudah pelayanan kepada masyarakat dalam melaksanakan pemerintahan dan pembangunan. Aplikasi e-Office dan e-SAKIP tersebut berorientasi pada hasil. Dari mulai tata kelola pemerintahan, pengelolaan kegiatan hingga anggaran. Semuanya berbasis kinerja.
“Dengan e-SAKIP ini, akan mempermudah, mempercepat serta mengukur kinerja setiap organisasi dan individu. Pemanfaatan teknologi informasi dan digital melalui e-Office dan e-SAKIP ini, ada proses akselerasi untuk mencapai target kinerja yang optimal. Harapan saya, dengan pemanfaatan dua aplikasi ini, apa yang menjadi target kinerja akan mudah diukur dan tercapai. Jadi, tool atau alat ini (e-Office dan e-SAKIP-red), bisa mempercepat pencapaian tujuan dengan berorientasi hasil,” tuturnya.
Sebetulnya, kata Bupati Dony, Pemkot Sukabumi banyak inovasinya. Dirinya sering berdiskusi terkait inovasi. Bahkan sudah banyak penghargaan yang didapat Kota Sukabumi. “Namun, untuk saat ini, Kota Sukabumi ingin dapat informasi lebih jauh terkait inovasi yang dilakukan Kab. Sumedang. Hal itu, terutama pemanfaatan tekhnologi informasi atau digitalisasi yang di dalamnya ada instrument tool, yakni e-Office dan e-SAKIP ini,” ujarnya. (Hadadi)***
Dilengkapi foto.
| Virus-free. www.avg.com |







