BERITA SUMEDANG – Kapolda Jabar Irjen Pol. Suntana menyatakan kepolisian akan melakukan penyelidikan dan penyidikan secara profesional terkait penyebab terjadinya banjir bandang di Desa Citengah, Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang, Rabu, 4 Mei 2022 lalu.
“Polda Jabar melalui Polres Sumedang akan melakukan penyelidikan dan penyidikan secara profesional terhadap sejumlah pihak yang diduga terlibat dalam peristiwa terjadinya banjir bandang.
Dugaan sementara, banjir bandang itu akibat alih fungsi lahan di hulu sungai yang tidak dimanfaatkan sebagaimana mestinya,” ujar Kapolda Jabar Irjen Pol Suntana dalam Siaran Pers Polres Sumedang di Sumedang, Minggu 8 Mei 2022.
Ia mengatakan, saat ini penyelidikan masih terus dilakukan oleh pihak kepolisian. Bahkan kawasan wisata Citengah, kini di tutup sementara sampai proses penyelidikan selesai.
Seperti diberitakan sebelumnya, Kapolres Sumedang AKBP Eko Prasetyo Robbyanto mengatakan, menindaklanjuti kejadian banjir bandang yang terjadi di kawasan wisata Desa Citengah Rabu, 4 Mei 2022 lalu, kini kawasan wisata tersebut ditutup sementara.
Apabila lokasi wisata itu ingin dibuka kembali, lanjut dia, harus ada tim yang bertugas harian. Tim itu, melibatkan lintas instansi khususnya BMKG untuk memberikan early warning system tentang curah hujan.
“Termasuk berbagai assessment keadaan cuaca lainnya sebelum kawasan wisata itu dibuka pada hari itu,” kata Eko.
Lebih jauh ia menegaskan, pascabanjir bandang, kini Polres Sumedang menggelar penyelidikan terkait izin pendirian bangunan sejumlah villa dan objek wisata di wilayah Desa Citengah Kecamatan Sumedang Selatan.
“Tempat wisata itu, lokasi wisatawan asal Indramayu yang hanyut terseret arus banjir bandang dari luapan Sungai Cihonje,” ujar Eko.
Selain itu, kata dia, Polres Sumedang juga menggelar penyelidikan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) di semua tempat wisata dari mulai Citengah sampai perkebunan teh Cisoka. “Sebab, lokasinya berada di hutan lindung dan tanah milik negara yang merupakan daerah resapan air,” ujarnya.
Terlebih, objek wisata mulai Citengah hingga Cisoka sangat rawan longsor, tidak adanya marka dan rambu jalan serta penerangan jalan umum.
“Selain itu juga, menilai kelaikan jalan. Di sisi jalannya, jurang yang cukup dalam tanpa dipasang pembatas atau guard drill,” ucapnya. (Hadadi)***







