PSSI Dapat Kartu Kuning! Sanksi Ringan Dari FIFA

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir memastikan PSSI mendapatkan sanksi ringan dari Federasi sepakbola dunia (FIFA). (Tangkapan layar Instagram @pssi)

BERITA SUMEDANG – Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) mendapatkan sanksi ringan dari Federasi sepakbola dunia (FIFA). Kamis, 6 April 2023.

Hal itu, sehubungan dengan pernyataan pembatalan Indonesia menggelar Piala Dunia U-20 beberapa hari yang lalu.

Melansir dari Antaranews.com, dalam laman resminya, FIFA menyebutkan bahwa Administrasi FIFA merekomendasikan pembekuan dana bantuan untuk pengembangan sepakbola di Indonesia atau FIFA Forward.

FIFA Forward

FIFA Forward itu, merupakan kebijakan anyar FIFA yang peluncurannya pada Januari 2023, dan akan berlangsung sampai akhir 2026.

Baca juga: Batal! Indonesia Menjadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20 2023

Program tersebut bertujuan untuk menyediakan pendanaan bagi pengembangan sepak bola di negara-negara anggota FIFA.

“Presiden FIFA menjelaskan, setelah pertemuan pekan lalu, Administrasi FIFA untuk sementara merekomendasikan pembatasan penggunaan pendanaan FIFA Forward sampai ada pemberitahuan lebih lanjut,” tulis FIFA.

Selanjutnya, dalam pernyataan itu FIFA akan menilai secara menyeluruh rencana strategis yang telah disampaikan hari ini sebelum mencabut sanksi ini.

Sementara itu, Ketua Umum PSSI Erick Thohir yang sedang berada di Paris, Perancis memastikan jika Indonesia terhindar dari sanksi berat FIFA.

Menurut Erick, FIFA hanya memberikan sanksi administrasi terkait dengan pembatalan tuan rumah Piala Dunia U-20.

“Saya hanya bisa berucap, Alhamdulillah, atas rahmat Allah SWT dan doa dari seluruh rakyat Indonesia khususnya para pecinta sepakbola, Indonesia bisa terhindar dari sanksi berat pengucilan dari sepakbola dunia,”kata Erick mengutip dari laman PSSI.

Baca juga: Sosok Politisi Muda Dito Ariotedjo Resmi Menjadi Menpora

Menurut Erick, Istilahnya Indonesia hanya mendapat kartu kuning, tidak kartu merah.

Blueprint Transformasi Sepakbola Indonesia

Lebih lanjut, Erick menjelaskan dirinya mendatangi FIFA sesuai dengan arahan dari Presiden Joko Widodo.

Hal itu, menurutnya untuk melakukan negosiasi sekaligus mempresentasikan kepada FIFA blueprint transformasi sepakbola Indonesia.

Erick juga, menuturkan saat bertemu Presiden FIFA Gianni Infantino, komitmen pemerintah Indonesia dalam merenovasi 22 stadium yang dapat memakainya untuk kegiatan tim nasional dan liga.

Baca juga: David Da Silva Mencatat Sejarah! Pencetak Gol Terbanyak Persib Bandung

Hal itu, akan mereviewnya kembali setelah FIFA mempelajari strategi besar pengembangan sepak bola Indonesia.

Menurut Erick, sanksi administrasi dari FIFA di satu sisi merupakan sebuah pembelajaran dan berkah bagi sepakbola Indonesia yang saat ini terus berbenah menuju perbaikan di semua sektor.(Ukie)***