BERITA SUMEDANG – Meluapnya Sungai Cihonje di Desa Citengah, Kecamatan Sumedang Selatan, mengakibatkan ratusan hektare sawah terancam gagal panen.
Meluapnya Sungai Cihonje tersebut, pengaruh hujan lebat yang mengguyur wilayah itu sejak sore
Rusaknya pesawahan di tiga desa itu, akibat Sungai Cihonje tidak kuat menampung besarnya volume air sehingga meluap ke pesawahan milik warga, Jumat, 5 Mei 2023.
“Pesawahan yang rusak parah, yaitu di Desa Cipancar dan Desa Baginda,”ujar Suheri (61), warga Dusun Peusar yang sawahnya ikut terendam.
Baca Juga : Longsor dan Banjir Bandang Melanda Wado
Ia mengatakan, awalnya terjadi banjir yang berasal dari Sungai Citundun di Desa Citengah, lalu banjirnya mangalir ke Sungai Cihonje.
Karena sungai itu tidak mampu menahan debit air yang besar, sehingga airnya meluap hingga merendam ratusan hektare sawah milik warga.
“Pesawahan yang mengalami kerusakan paling parah terjadi di Dusun Cinangerang, Desa Gunasari Kecamatan Sumedang Selatan,” ujarnya saat ditemui di lokasi banjir, Jum’at, 5 Mei 2023.
Petani tak bisa panen padi
Selain Cinangerang, lanjut Suheri, luapan Sungai juga menerjang areal pesawahan siap panen di wilayah Dusun Peusar, Desa Baginda. Salah satunya, sawah milik Itang warga Dusun Peusar RT 01/ RW 05 Desa Baginda.
Dampak banjir, dirinya yang hendak memanen padi, Senin, 8 Mei 2023 harus gigit jari.
Hingga kini para petani belum tahu kerugian akibat terjangan banjir dari luapan Sungai Cihonje tersebut.
Baca Juga : Curah Hujan Tinggi, Jalan Lingkar CiPasang Terputus akibat Longsor (Usep Jamal)***







