BERMODALKAN semangat dan ketekunan, Yana Mulyana (33) gitaris difabel ulung asal Tanjungsari, mampu menyaingi kehebatan para gitaris dengan kondisi fisik normal. Bahkan kepiawaiannya memainkan gitar akustik dan elektriknya, nyaris setara dengan para gitaris nasional papan atas di Tanah Air.
Keterbatasan fisik, bukan menjadi penghalang bagi Yana yang lahir dan tumbuh dewasa di Dusun Babakan Jati RT 04/RW 07, Desa Jatisari, Kec. Tanjungsari, Kab. Sumedang Jabar.
Anak bungsu dari 7 bersaudara buah hati pasangan Karya (48) dan Ny. Aisah (56) ini, sudah bermusik sejak kecil di usia 10 tahun. Berawal coba-coba bermain gitar bolong (akustik) pemberian kakaknya, lama-kelamaan ia pun “jatuh hati” untuk menekuninya. Ia mulai memokuskan diri belajar teknik-teknik gitar sejak tahun 2000 silam. Bahkan ia menekadkan diri ingin menjadi gitaris hebat.
“Setiap harinya saya mengunci diri di dalam kamar untuk belajar gitar. Lepas dari gitar, kalau mau mandi, makan dan tidur. Bangun tidur, pegang (main) gitar lagi. Intinya, tiada hari tanpa gitar,” ujar Yana seraya tersenyum ketika ditemui di rumahnya, belum lama ini.

Sedari kecil, ia mulai belajar gitar dari kakaknya. Itupun hanya sebatas mempelajari kunci (cord/grip) gitar saja. Selebihnya ia mendalami sendiri teknik dasar hingga bermain gitar dengan teknik tingkat tinggi. Dari mulai gitar akustik hingga gitar elektrik, seperti melodi dan bass. “Saya tidak punya guru musik atau pun sengaja menimba ilmu dari sekolah musik. Saya sekedar belajar otodidak dengan mengandalkan feeling,” tuturnya.
Buah semangat dan ketekunannya, Yana mampu unjuk kebolehan dengan memainkan teknik melodi gitar yang dimainkan gitaris dunia Yngwie Malmsteen berjudul “Brother”. Melihat tayangan videonya ketika memainkan melodi lagu “Brother” dan “Rising Force”, gitaris legendaris dunia Yngwie Malmsteen langsung “ngoment” di facebook. Inti komentarnya, memuji Yana mampu memainkan musik dan teknik gitarnya, walaupun dengan keterbatasan fisiknya. “Saya tertarik mendalami dan memainkan melodi gitar Yngwie Malmsteen terutama lagu Brother, karena alunan musik dan melodi gitarnya sangat klasik hingga menyentuh hati,” tuturnya.
Dengan jari jemarinya pun, ia mampu melahap melodi lagu “Still Got the Blues” dari Gary Moore dengan teknik gitar nyaris sempurna. Apa pun melodi gitar klasik bernada minor, habis dilalapnya. Tak terkecuali dengan melodi musik dangdut bernada minor, nyaris tak disisakan.
Kepiawaiannya bermain gitar apalagi bagi seorang difabel, Yana mampu menorehkan beberapa prestasi bermusiknya. Ia bersama grup band-nya “Badai Band”, pernah menjadi juara satu pada festival band tahun 2009. Ia juga terpilih menjadi gitaris terbaik pada ajang festival band yang diikuti 28 band ternama. Setahun kemudian ia pun ikut manggung bersama OI (Orang Indonesia) pada acara festival musik Iwan Fals tahun 2010. Dari penampilannya, Yana bisa kenal dekat dengan gitaris papan atas, Totok Tewel.

Dengan prestasinya itu pula, Yana sempat beberapakali diundang TV swasta untuk unjuk kebolehan. Yana pun sempat diundang mengisi beberapa acara talkshow, yakni “Kick Andy” dan “Hitam- Putih”. Kepiawaiannya bermain gitar, telah menghantarkan Yana menjadi musisi terkenal hingga sempat manggung bareng dengan sederet gitaris papan atas di Tanah Air.
“Dalam perjalanan musik saya, alhamdulillah saya sempat manggung bareng dengan mas Totok Tewel, Iwan Fals, Tohpati, Eros “Sheila On Seven”, Dewa Bujana, Baim, Ian Antono, Apoy “Wali Band”. Yang belum, manggung bareng dengan gitaris Eet Syahrani. Inginnya sih manggung bareng, minimal bisa bertemu. Saya juga suka dengan musik dangdut. Harapan saya, ingin manggung bareng dengan Pak Haji Rhoma Irama,” ujar Yana seraya curhat ingin mendapatkan perhatian dari aparat pemerintah setempat, dari mulai kepala desa, camat hingga bupati.
Pasalnya, ia sangat berharap ingin mempunyai studio musik dan mendirikan sekolah musik untuk mewariskan ilmu dan teknik gitarnya guna melahirkan para musisi muda asal Sumedang yang andal. Terlebih dengan berbagai prestasinya itu, Yana sudah ikut mengharumkan nama baik Kab. Sumedang di kancah nasional. (Hadadi/BeritaSumedang.com)***







