BERITA SUMEDANG – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sumedang, bakal mengetatkan ikat pinggang dalam menyiapkan hajat politik Pemilu 2024. Pasalnya, tahun 2023 banyak tahapan yang sangat penting dan krusial.
“Kalau tahun 2022 ini, tahapan hanya sampai 3 bulan. Bahkan tahun 2024 hanya 2 bulan saja, Januari dan Februari. Akan tetapi, di sepanjang tahun 2023 tahapannya sangat banyak dan cukup padat,” ujar Ketua KPU Kab. Sumedang Ogi Ahmad Fauzi.
Ia katakan itu, disela “Sosialisasi Tahapan Pemilu di tahun 2023 pada Pemilu 2024” di Cafe Landing Coffe & Kitchen, Desa Sukajaya, Kec. Sumedang Selatan, Kamis, 29 Desember 2022.
Baca juga: Tes Tertulis Calon Anggota PPK Sumedang Transparan? Ini Ulasannya
Bahkan, kata Ogi, sebagian besar tahapannya krusial hingga rawan gesekan dan perbedaan pendapat. Oleh karena itu, KPU Kabupaten Sumedang mengajak semua pihak termasuk media massa untuk bergandengan tangan mencegah berbagai kerawanan politik tersebut.
“Sehingga hajat politik ini berlangsung aman, lancar dan kondusif,” ujar Ketua KPU Kab. Sumedang Ogi Ahmad Fauzi.
Ia katakan itu, disela “Sosialisasi Tahapan Pemilu di tahun 2023 pada Pemilu 2024” di Cafe Landing Coffe & Kitchen, Desa Sukajaya, Kec. Sumedang Selatan, Kamis, 29 Desember 2022.
Baca juga: Ini Sembilan Parpol yang Sudah Diverfak KPU Sumedang
Tahapan Pemilu krusial 2023
Menurutnya, beberapa tahapan krusial yang akan berlangsung selama tahun 2023, di antaranya pelantikan PPK (Panitia Pemilihan Kecamatan) dan PPS (Panitia Pemungutan Suara).
Bahkan yang krusialnya lagi, mulai 24 April 2023 nanti akan berlangsung tahapan pemilihan calon DPD (Dewan Perwakilan Daerah), DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) kabupaten/kota dan provinsi hingga DPR RI.
Tahapan pencalonan ini lah, berbagai kerawanan politik akan terjadi. Seperti halnya persinggungan antar calon, antar para pendukung calon termasuk parpolnya.
Baca juga: Ini Doa Gubernur Ridwan Kamil untuk Warga Sumedang Terkait Bendungan Sadawarna
Perbedaan pendapat terkait konstelasi dan persaingan politik menghadapi Pemilu 2024 pun, tak luput dari kerawanan tersebut.
“Berbagai potensi kerawanan politik inilah yang mesti sama-sama kita antisipasi supaya terjadi kondusivitas politik jelang Pemilu 2024,” ujar Ogi.
Suhu politik bakal semakin memanas bahkan mendidih, lanjut Ogi, ketika mulai memasuki tahapan pencalonan calon presiden(capres) dan calon wakil presiden (cawapres) pada Oktober 2023 nanti.
Baca juga: Ini Doa Gubernur Ridwan Kamil untuk Warga Sumedang Terkait Bendungan Sadawarna
“Nah, di sini lah titik didih krusialnya. Bisa saja, itu terjadi ketika tahapan kampanye capres dan cawapres berlangsung,” ucapnya.
Rawan gesekan
Ia mengatakan, berbagai kemungkinan gesekan, silang pendapat hingga perang argumentasi antar para pendukung pasangan capres dan cawapres, bukan mustahil terjadi.

Guna mencegah gesekan kampanye, KPU mengajak semua pihak saling menjaga stabilitas politik khususnya di Sumedang. Hal itu, dengan berkampanye secara sehat dan berpolitik cerdas guna kondusivitas Pemilu 2024.
Baca juga: Mau Coba Jalan Tol Cisumdawu dari Pamulihan sampai Cimalaka? Ayo Sekarang Mumpung Gratis!
“Pemilu ini pergantian kekuasaan secara konstitusional. Sehingga, dalam prosesnya mesti berjalan dengan sukses, adil, aman dan lancar,” katanya.
Besar kecilnya isu yang berkembang, sambung Ogi, tergantung pengaruh media massa juga. Sebab, masyarakat bisa mengakses berita para wartawan.
Oleh karena itu, peran para awak media ini sangat penting dan strategis dalam menyukseskan Pemilu yang jurdil.
Baca juga: Penggenangan Bendungan Sadawarna Sengsarakan Warga Surian!
“Media juga punya tanggungjawab memberikan pendidikan politik untuk masyarakat,” tuturnya.
Lebih jauh ia menjelaskan, tahapan di awal tahun 2023 pada Januari, akan dilakukan pemutakhiran data pemilih yang memerlukan keterlibatan semua stakeholders.
KPU akan berusaha keras supaya semua pemilih di Kabupaten Sumedang semuanya tercatat dan terdaftar.
Baca juga: Tahun 2023, Pemkab Usung Tagline Sumedang SAKTI
Bahkan supaya semua pemilih betul-betul tercatat, KPU Kab. Sumedang sugah membuat website khusus bernama “Lindungi Aku”.
“Kami akan berupaya ekstra keras jangan sampai ada pemilih yang terlewat,” tuturnya. (Aje)***






