BERITA SUMEDANG – Bermodalkan keinginan kuat untuk meningkatkan perekonomian keluarga, Sobur (48 tahun) mencoba merintis usaha minuman jus pada tahun 2003. Dengan ketekunannya, kini Sobur memiliki enam tenant jus dengan brand “Juice Bandung”.
“Dulu saya kerja ikut usaha orang lain. Saya jadi karyawan yang menjual tahu sumedang. Namun, saya punya tekad ingin memiliki usaha sendiri, tidak bergantung pada usaha orang lain,” ujar Sobur.
Tekadnya itu, mendorong Sobur mencari peluang usaha yang belum banyak pesaingnya. Tahun 2003 di Sumedang, belum banyak yang berjualan jus.
Baca juga: Ibu-Ibu di Bojongloa Kecamatan Buahdua, Serbu Posyandu Kolaborasi Alfamart dan Cussons
“Saat itu untuk beli jus, orang harus ke daerah perkotaan. Sehingga, minuman jus masih terkesan sulit untuk mendapatkannya. Nah, ini salah satu alasan saya memilih usaha minuman jus,” katanya.
Selain itu, lanjut dia, minuman jus merupakan minuman kesehatan. Orang banyak membutuhkan sehingga peluang pasarnya cukup luas.
“Jus itu kan minuman yang banyak manfaatnya untuk kesehatan. Konsumsinya, semua kalangan usia. Jadi saya meyakini minuman jus punya pasar dan pasti ada pembelinya,” tutur ayah dua anak ini.
Baca juga: Dukung Generasi Maju, SGM Eksplor dan Alfamart Bantu 5.000 Anak PAUD dari Sabang sampai Merauke
Ada pun pengambilan brand “Juice Bandung”, karena menurutnya Kota Bandung merupakan kiblat bisnis kuliner minuman maupun makanan.
Menjaga kualitas produk
Menurut Sobur menjaga kualitas produk merupakan kunci dalam menjalankan bisnis selama hampir 20 tahun ini. Dalam menjaga kualitas jus produksinya, Sobur selalu memastikan agar bahan baku yakni buah-buahan, selalu dalam kondisi segar dan bersih.
“Sebelum mulai berjualan harus selalu ngecek kondisi buah-buahan dan peralatan dalam kondisi bersih. Untuk gulanya, harus gula asli agar rasa minuman terjaga dan tetap menyehatkan. Untuk konsumen bisa request juga kalau tidak mau pakai gula,” ucapnya
Baca juga: Mantap! Komitmen Selamatkan Bumi, Alfamart Gunakan Energi Terbarukan
Selain sisi kualitas bahan baku, dalam menjalankan usahanya, pemilihan lokasi berjualan merupakan salah satu strategi penting.
“Lokasi tenant, tentu saja yang mudah terjangkau konsumen dan ramai. Kalau bisa ada tempat parkirnya agar memudahkan konsumen,” tuturnya.
Hal tersebut mendorongnya bermitra menjadi tenant minimarket Alfamart. Ia sudah bergabung menjadi tenant mitra Alfamart sejak 2003. Lokasi pertama di Alfamart RSU Sumedang.
Baca juga: Pesta Rakyat Alfamart Sambut HUT RI ke-77
“Sekarang alhamdulillah, saya punya tenant di Alfamart Geusan Ulun, Cimalaka, Rahayu Cimalaka, dan Situraja,” ucapnya.
Tenant Alfamart
Menurutnya, banyak keuntungan bergabung menjadi tenant Alfamart, di antaranya sudah tersedia fasilitas listrik dan air serta konsumen yang berbelanja merupakan potensi konsumen baginya. “Keuntungan lainnya, tentu saja lokasi pasti ramai dan mudah terlihat,” kata Sobur.
Ia mengatakan, merintis bisnis jus yang penuh perjuangan, mampu mengantarkan anak-anaknya menempuh pendidikan hingga sarjana.
Baca juga: Alfamart Salurkan Bantuan Untuk Longsor Cimanggung
Waktu mulai merintis hari pertama dapat uang kotor Rp60.000, hari kedua dapat Rp90.000, hari ketiga dapat uang Rp120.000.
“Alhamdulillah, hari keempat dan seterusnya omzet terus naik dan bertahan sampai sekarang. Bahkan, dapat mengantarkan anak pertama saya menjadi sarjana. Insya Allah anak kedua juga akan mulai kuliah tahun depan,” ucap Sobur.***







