BERITA SUMEDANG – Sujariah (53) pedagang tahu sumedang di ruas Jalan Raya Bandung- Cirebon di Blok Samoja, Kelurahan Pasanggrahan Baru Kecamatan Sumedamg Selatan, keluhkan sepi pembeli ketika jalan tol mulai beroperasi.
Ia membuka hongkonya di Blok Samoja RT 01 /RW 08 Kelurahan Pasangrahan Baru seberang SPBU Samoja Sumedang.
Biasanya ia habis 25 ancak perhari dengan pendapatan 600 Ribu perhari,dan bisa membawa uang 100 hingga 200 ribu perhari.
Baca Juga: Banyak Berlubang, Jalan Panyingkiran Sumedang Rawan Kecelakaan
“Sebanyak itu biasanya. Selain melakukan penjualan biasa, juga melayani pesanan bagi para penumpang yang hendak ke Cirebon, Bandung Sukabumi. Mereka memesan tahu dalam jumlah besar.”ujarnya.
Pendapatan Menurun Pasca Beroperasinya Tol Cisumdawu
Setelah tol Cisumdawu beroperasi saya, hanya menjual 5 ancak. Dari hasil penjualan 5 ancak tersebut, paling ia hanya bisa balik modal. “Belum bayar kurir yang mengangkut tahu dari pabrik tahu Sentra Rasa. Seribu rupiah perancaknya”ujarnya.
Untuk mengoptimalkan penjualan terpaksa ia harus membuka jongko selama 24 Jam. Oleh karena itu Sujariah bersama suaminya berbagi waktu, ia kebagian siang hari sedang suaminya malam sampai pagi.
Baca Juga :Warga Desa Baginda Kecewa Berat Kepada Dinas PUPR Sumedang! Ada Apa?
Untuk menombok modal jualan, warga Lingkungan Cibuah RT 1/ RW 12 Kel Pasangrahan Baru, Sumedang Selatan ini terpaksa meminjam ke rentenir dengan bunga mencekik.
“Hal itu kami lakukan mengingat hasil penjualan tahu akhir-akhir ini sepi pembeli. Boro-boro untuk kebutuhan sehari-hari. Yntuk modal pun, nombok, Pa,” ujar nya.
Penjual Tahu Minta Relokasi Agar Penjualan Lancar
Ibu tiga anak yang rata-rata sudah sekolah di SMA tersebut, memohon kepada pemerintah untuk dicarikan solusi bagi para pedagang di lintasan jalan Bandung – Sumedang via jalur Cadas Pangeran itu.
Ia meminta kepada pemerintah untuk mencarikan tempat yang layak bagi para pedagang.
Minimal dirinya bisa berdagang dengan pendapatan yang normal seperti biasanya. (Usep Jamal)***